Jufra Udo Pimpin HMI Cabang Kendari

HMINEWS.Com – Mantan Ketua Umum HMI MPO Komisariat FKIP Universitas Haluoleo (UHO), terpilih menjadi formatur HMI MPO Cabang Kendari periode 2014-2015 dalam Konferensi Cabang ke-7 di Aula Fakultas Pertanian UHO, Kendari (21/12/2014).

Suasana kegiatan berlangsung hikmad di bawah arahan Koordinator Steering, La Asri. Peserta konferensi yang dihadiri seluruh Komisariat Se-Cabang Kendari sepakat memilih Jufra Udo sebagai formatur, setelah Ketua Umum demisioner, Budiman, tidak bersedia untuk dipilih kembali.

Untuk menyusun kepengurusan HMI MPO Cabang Kendari, Jufra Udo dibantu tiga orang anggota mide formatur. Secara otomatis Budiman menjadi salah satu mide formatur. Dua anggota mide formatur lainnya merupakan Pengurus demisioner yakni Imran Udo (Korps Pengader Cabang), dan La Susi (Bidang Advokasi dan Pergerakan).

Setelah ditetapkan sebagai formatur terpilih, seluruh peserta memintanya untuk menyampaikan sambutan. Jufra Udo mengajak semua kader untuk fokus pada usaha-usaha perkaderan dan perjuangan.

“Salah satu hal yang penting adalah kemandirian Komisariat-Komisariat yang ada untuk terus memacu kegiatan perkaderan, karena lokomotif perkaderan di tangan Komisariat. Tentu dengan tetap berkordinasi dengan cabang. Memang hal ini kedengaran usang, tapi penegakannya kadang kedodoran,” ucapnya.

Selain memilih formatur dan mide formatur, Konferensi berhasil menyusun acuan program kerja, merumuskan beberapa rekomendasi, dan desain struktur Kepengurusan baru.

“HMI MPO mengawal ditetapkannya Perda Syariah di Kota Kendari sebagai Kota Bertakwa, dan pengawalan kebijakan pendidikan baik sekolah dasar, menengah, dan Perguruan Tinggi,” demikian salah satu rekomendasi yang ditetapkan Konferensi.

Adapun visi-misinya dalam mengemban kepengurusan satu tahun kedepan, tema yang diusung yakni: Rekonstruksi Tata Kultural HMI Dalam Merekayasa Masa Depan Umat. (*)

HMI Kendari Bakar Foto Tokoh Reformasi

Kendari lgTokoh-tokoh Reformasi yang ikut melegitimasi disahkannya RUU Pilkada mendapat kecaman keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Kendari. Mereka dinilai sebagai elit politik yang tidak setia dan inkonsisten mengawal cita-cita Reformasi.

“Mereka tak lain hanya orang-orang yang ikut menunggang gerakan Reformasi 1998 sebagai intrik percepatan tahta kekuasaan,” ungkap koordinator aksi, Sirwan dalam aksi yang digelar di MTQ Square, Kota  Kendari (1/10/2014).

Selain itu, massa aksi menilai ada penggunaan kekerasan instrumen ideologi jangka panjang yang berupaya menggagalkan pembangunan demokrasi berkelanjutan. Pasalnya, ada penafsiran Pancasila yang tidak utuh ketika melegitimasi disahkannya RUU Pilkada.

“Hal ini perlahan-lahan mengembalikan mekanisme pemilihan demokratis dengan menghilangkan peran politik warga negara. Diantaranya, rencana pengembalian Pemilihan Presiden oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Kami tolak rencana ini,” tegas Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari, Budiman.

Aksi ini diakhiri dengan pembakaran foto sejumlah tokoh Reformasi 1998.(JF)