Keluarga Harmonis Cegah Kenakalan Remaja

HMINEWS.Com – Membangun komunikasi yang baik dengan keluarga merupakan suatu keharusan, karena keluarga berperan melahirkan generasi muda yang tangguh dan berkualitas. Pendidikan utama pada lingkungan keluarga itu berfungsi juga dalam pencegahan kenakalan remaja, termasuk kebiasaan merokok di kalangan remaja.

Pencegahan tingkat mendasar ini lebih berpengaruh dampaknya, ketimbang pengawasan yang dilakukan pihak sekolah.

Menurut Kepala Divisi Parenting dan Remaja Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Jakarta, Gilbert Claymont Simson, komunikasi keluarga memiliki peran yang penting dalam mencegah kenakalan remaja, termasuk mencegah sedini mungkin agar anak tidak merokok. Demikian ia sampaikan saat Seminar Pencegahan Kenakalan Remaja pada Keluarga, Sabtu (21/09/2013) di Universitas Trisakti, Jakarta Barat.

Seminar ini dihadiri oleh 200 orang tua dan guru dari SMP dan SMA yang ada di Jakarta.

Menurut Ahmad Syaiful Bahri selaku program officer Modernisator – Universitas Trisakti bahwa seminar orang tua ini merupakan salah satu program kegiatan Youth Smoking Prevention (YSP) yaitu pencegahan merokok pada pelajar/ remaja melalui guru di sekolah, orang tua di rumah dan lingkungan, serta melibatkan pelajar itu sendiri yang ada di DKI Jakarta.

Masih menurut Ahmad Syaiful Bahri, bahwa dengan bekal yang diberikan melalui seminar tersebut, orang tua di Jakarta mampu menjadi role model atau model percontohan untuk menjadi keluarga teladan dalam membina, mengayomi dan mengasihi keluarga dan anak – anak mereka, sehinga menjadikan mereka keluarga yang harmonis serta turut serta dalam mencegah kenakalan remaja

Berdasarkan survei perilaku merokok SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di DKI Jakarta yang dilaksanakan Modernisator dan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta pada bulan Oktober–Desember 2012 menunjukkan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam membentuk perilaku merokok pada pelajar.

Dari survei tersebut ditemukan di DKI Jakarta sebanyak 75,5 % siswa menyatakan ayah mereka merupakan perokok, sedangkan sebanyak 10,4 % siswa mengaku ibu mereka juga perokok dan sebanyak 35,8 % siswa menyatakan anggota keluarga mereka yang lain juga merokok.

Bahkan dari survei ini menemukan bahwa sebanyak 13,3 % siswa mengaku pernah ditawari merokok oleh orang tua mereka. Jumlah responden yang disurvei sebanyak 1435 siswa SMP dan SMA di Jakarta dengan usia antara 11 s.d 18 tahun.

Menunggak Listrik Karena Anggaran Dipotong, Aliran Listrik RSU Yowari Diputus

HMINEWS.Com – Aliran listrik di RUmah Sakit Yowari – Jayapura diputus PLN karena menunggak selama 6 bulan. Akibatnya pelayanan rumah sakit lumpuh total sejak 4 hari lalu dan pelayanan dipindah ke rumah sakit terdekat.

“Maaf…. Tidak Melayani Rawat Inap!!! Listrik Sudah Diputus PLN!!! Ttd Direktur,” tulis Kepala RSU Yowari, dr Niko pada tempelan di dinding rumah sakit.

Jumlah tunggakan sebesar Rp153 juta. Menurut dr Niko, ketidakmampuan pihak rumah sakit membayar tunggakan akibat anggaran rutin PLN dipotong hingga Rp10 miliar.

Tidak hanya belum terbayarnya tagihan listrik, akibat pemotongan dana tersebut gaji pegawai rumah sakit belum dibayarkan 3 bulan terakhir. Sementara Pemda Jayapura pada saat bersamaan tengah menyelenggarakan even Pesta Danau Sentani. []