Zuhad Aji : Kohati Mesti Ambil Bagian Lahirkan Wanita Mandiri dan Visioner

TANGERANG, HMINEWS.com-Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO, Zuhad Aji Firmantoro didaulat menjadi salah satu narasumber diskusi publik pada pembukaan penataran Kohati HMI Cabang Tangerang Raya, bertempat di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jumat (21/4/2018).

Dalam diskusi yang mengangkat tema menumbuhkan generasi wanita yang mandiri dan visioner, Zuhad Aji menyampaikan pandangan tentang peran yang mesti diambil oleh wanita masa kini, terkhusus Kohati sebagai organisasi yang menaungi perempuan dalam organisasi HMI.

“Kohati harus ambil bagian memastikan lahirnya wanita-wanita mandiri dan visioner demi terwujudnya masa depan umat yang dicita-citakan HMI,” jelas Zuhad Aji, Jumat (20/4/2018).

Selain itu, alumnus pascasarjana FH UII ini juga menyampaikan beberapa poin diantaranya, jika emansipasi wanita itu adalah merupakan diskusi dalam perspektif sosiologis.

“Karena dalam perspektif habluminallah posisi perempuan dan laki-laki sudah terang. imam solat, saling menghormati suami istri, dan lainnya,” paparnya.

Zuhad melanjutkan, tentu kita sepakat jika dalam ruang publik wanita diberi ksempatan yang sama dengan laki-laki untuk berperan sesuai dengan kompetensinya.

“afirmatif action untuk peran wanita di ruang publik harus dihentikan saat wanita sudah memiliki akses yg equal dengan kaum laki-laki,” lanjut Zuhad Aji.

Menurutnya, pembagian peran antara wanita dan pria tetap penting, terutama dalam hal rumah tangga.

“umat yang hebat itu dibentuk oleh rumah tangga yang kuat, karena itulah pembagian peran pria dan wanita menjadi keharusan,” pungkasnya.

Dalam diskusi tersebut hadir sebagai narasumber lainnya koordinator presidium KAHMI Kabupaten Tangerang. Selain itu, juga dihadiri oleh ratusan peserta dari lingkup Tangerang.

Milad Ke 50, Kohati Makassar Gelar Seminar

HMINEWS.COM, Makassar- Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Wati (Kohati) HMI Cabang Makassar memperingati  Milad Kohati yang ke 50 tahun.

Dalam memperingati Milad ini, Kohati Cabang Makassar menggelar seminar bertemakan “Kebangkitan Kohati di Tengah Dinamika Gerakan Perempuan Global”. Seminar ini digelar di Kampus STIA LAN, Jl AP Pettarani, Ahad (18/9)

Ketua umum Kohati HMI cabang Makassar, Rahmi, mengatakan bahwa Kohati memiliki peran yang besar yang harus dilakukan yaitu sebagai pendidik dan pembina muslimah.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara dari senior-senior HMI. Di antaranya Herman S. Pd mewakili Kopel Indonesia yang membahas soal keterlibatan perempuan dalam politik, Suryawati Ningsih mewakili konsultan pendidikan yang membahas soal perempuan dan pendidikan, dan Mauliah Mulkin yang mewakili ibu rumah tangga yang berbicara soal perempuan sebagai ibu.

Dari perspektif politik, Herman menilai bahwa sejauh ini keterlibatan perempuan dalam ranah politik masih sangat minim. Hal tersebut terbukti dari kuota perempuan yang duduk di kursi parlemen.

“Padahal keterlibatan perempuan ini sangat penting. Suara mereka diharapkan dapat mendorong kebijakan-kebijakan terkait dengan isu perempuan,” ujarnya.

Seminar ini diikuti puluhan peserta dari kader HMI cabang Makassar maupun dari senior-senior HMI.

HMI MPO Pekanbaru Selenggarakan LK2

Penataran KOHATI yang diadakan pada 16-18/10, yang kemudian disambung dengan LK2.
Penataran KOHATI yang diadakan pada 16-18/10, yang kemudian disambung dengan LK2.

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Pekanbaru menyelenggarakan Latihan Kader 2 (LK2). Dimulai tanggal 18 hingga 25 Oktober 2015 di Gedung KNPI Provinsi Riau.

LK2 atau intermediate training ini satu rangkaian dengan Latihan Kader KOHATI yang telah digelar sebelumnya (16-18/10/2015) di tempat yang sama. Bahkan, pada Jum’at (23/10) nanti akan dimulai pula LK1 Cabang Pekanbaru. Demikian kata Ketua Panitia LK2, Fitriani, kepada HMINEWS.Com.

Tema LK2 kali ini adalah pengokohan nilai-nilai dari Khittah Perjuangan HMI MPO, yang dengan demikian diharapkan makin menguatkan pembentukan kader menuju karakter ulul albab. Peserta training ini berjumlah 9 orang dari Cabang Pekanbaru dan sekitarnya.

Sejumlah alumni menjadi pemateri LK2 ini, di antaranya Kanda Hasanududin, Feldi, Fauzi Kadir, Anton Juliandri, Roma Gia, Muhammad Rafi (PB HMI), dengan master of training Nur Alie.

Sambut Milad, Kornas KOHATI Selenggarakan Penataran Kader

HMINEWS.Com – Menyambut milad ke-49, Korps HMI-Wati (KOHATI) menggelar seminar dan pendidikan formal KOHATI (penataran). Bertempat di wisma Barisan Nusantara, Warung Buncit Pasar Minggu Jakarta Selatan, Jum’at -Ahad (`8-20/9/2015).

Peserta kegiatan ini berasal dari KOHATI Jabotabek, Cabang Yogyakarta, dan Cabang Tulang Bawang. Kornas KOHATI mengangkat tema “Aktualisasi Peran Mar’atussholihah dalam Ranah Domestik dan Publik, Persepktif Islam dan Sosiokultural.’ Sedangkan pemateri berasal mantan pengurus Kornas KOHATI maupun yang masih aktif dalam jajaran pengurus.

Alasan pemilihan tema ini, dikarenakan Kornas KOHATI meyakini bahwa wanita adalah pendidik manusia yang utama dan pertama. Kebaikan suatu bangsa berporos pada kebaikan wanita, dan kebejatan suatu bangsa berporos pada kebejatan wanita.

“Mengingat begitu fundamentalnya peranan wanita dalam membentuk karakter pribadi sebuah bangsa, ia pun sanggup menjadikan bangsa tersebut unggul atau hancur. Kenapa demikian? Karena sebuah bangsa atau generasi adalah komunitas yang terbentuk dari pribadi-pribadi, sedangkan yang membentuk karakter pribadi adalah keluarga. Lantas siapa yang lebih banyak berperan dalam sebuah keluarga? Tentu wanita,” kata ketua panitia acara, Yayang Sari Andriyani.

Dengan demikian, maka bentuk pembinaan kader KOHATI harus pula tetap diarahkan dalam rangka pembentukan pribadi kader yang sadar akan kesadarannya sebagai pribadi maratussolehah, khalifah di muka bumi dan pada saat yang sama kader tersebut harus menyadari pula keberadaannya sebagai kader bangsa Indonesia yang bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan bangsa kedepan.

KOHATI Cabang Bima Terbentuk

HMINEWS.Com – Kondisi kader akhwat di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang bima ke depan akan lebih terurus dengan baik, ditandai dengan terbentuknya lembaga Korps HMI-wati (KOHATI) secara definitif di tingkat cabang.

Menurut Ketua HMI MPO Badko Sulambanusa, Zaenal Abidin Riam, yang hadir saat pembentukan lembaga ini saat berkeliling ke HMI MPO Cabang-cabang se-NTB beberapa waktu lalu, tidak lepas dari kesadaran bersama.

“Kesadaran akan pentingnya pendampingan khusus kepada para kader akhwat, komposisi kepengurusan Kohati periode pertama ini, masih sederhana, namun tentu hal itu bukan masalah, semua itu bagian dari proses, besar harapan dengan terbentuknya Kohati, penanaman nilai ideologis keakhwatan semakin membumi hingga ke tingkat komisariat,’ papar Zaenal Abidin Riam, Ahad (17/5/2015).

Pengurus Kohati Cabang Bima juga telah melaksanakan Pelantikan dan Rapat Kerja, usai dilantik oleh Ketua Umum HMI MPO Cabang Bima, Amir.

Sementara itu, Ketua Kohati Cabang Bima, Marissa, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran akhwat, baik dalam lingkup HMI MPO maupun di masyarakat, paling tidak masyarakat kampus.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin memberdayakan para akhwat HMI MPO, kami juga akan berupaya menanamkan kesadaran baru kepada perempuan di lingkungan kampus,” demikian penegasannya.

Ketua bidang Pendampingan dan Pengembangan HMI-Wati Badko Sulambanusa, Ayu Zulhijriah, juga hadir dalam pelantikan dan raker Kohati Cabang Bima, juga memberikan arahan tentang bagaimana seharusnya mengelola Kohati.

KOHATI Gorontalo Aksi Dukung 14 Februari Hari Berhijab Sedunia

Aksi Korps HMI Wati Cabang Gorontalo (13/02/2015)
Aksi Korps HMI Wati Cabang Gorontalo (13/02/2015)

HMINEWS.Com – Sebagai upaya penolakan terhadap Valentine’s Day (hari valentine) yang sering digembar-gemborkan oleh kaum muda setiap tahunnya sebagai hari Kasih sayang, Korps HMI Wati Cabang Gorontalo (KOHATI MPO), hari ini (13/02) menggelar aksi damai sebagai bentuk protes dan perlawanan terhadap tradisi Barat yang telah menghegemoni Umat Islam khususnya kalangan/pemuda Islam yang telah terhipnotis dengan Budaya ala Barat dengan kemasan perayaan ‘Hari Kasih Sayang.’

KOHATI Cabang Gorontalo memandang bahwa hari Valentine sebagai hari kekacauan psikologis bagi remaja khususnya bagi kaum muda Islam yang sudah terkena virus ini. Dalam Orasinya, Maslan Yusuf selaku Ketua Umum Korps HMI Wati Cabang Gorontalo mengatakan bahwa “Kita sebagai umat Islam tidak membutuhkan momentum Valentine untuk megekspresikan kasih sayang, karena pada hakikatnya Islam sebagai rahmatan lil alamin menjadikan setiap hari adalah sebagai hari kasih sayang”, kata lulusan LK 2 Makassar ini.

Senada dengan yang disampaikan oleh Hisna dalam orasinya mengatakan bahwa “Kasih sayang dalam Islam diwujudkan dengan perintah berhijab/menutup aurat sebagaimana banyak dijelaskan dalam kitab suci Umat Islam sebagai benteng pertahanan Iman bagi para Muslimah dalam melindungi diri sendiri, bukan menebar maksiat dalam kemasan kasih sayang dengan cara hura-hura dan seks bebas yang sudah menjadi trend dikalangan para pemuda saat ini, dan Kami berharap agar momen 14 Februari dijadikan sebagai Hari Berhijab sedunia sebagai simbol perlawanan terhadap kemaksiatan yang meracuni umat Islam saat ini, tegas Mahasiswa Sejarah UNG tersebut.

Aksi yang diikuti seluruh anggota KOHATI Cabang Gorontalo tersebut berlangsung didepan Kampus Universitas Negeri Gorontalo dan banyak menyita perhatian warga kota gorontalo yang lewat didepan kampus. (*fdi)

KOHATI Palu Sambut Tahun Baru Hijriyah

PaluHMINEWS.Com – Pengurus Korps HMI-Wati Palu bekerjasama dengan  Majelis Ta’lim TPA Al-Ikhsan menyelenggarakan kegiatan malam menyambut Tahun Baru Hijriyah. Yaitu dengan mengadakan Dialog Muharram bertema “Momentum Hijriyah; Tingkatkan Akhlaqul Karimah Melalui Pendidikan Keluarga,” yang dilaksanakan di TPA Al-Ikhsan Jln. Sungai Sadan, Palu, Sabtu (25/10/2014).

Kegiatan tersebut, dimeriahkan para santri Taman Pengajian (TPA) Al Ikhsan, seluruh jamaah majelis ta’lim TPA Al Ikhsan, serta pengurus KOHATI (HMI MPO) Palu.

Ketua KOHATI Palu, Nusamara, mengatakan tema pendidikan adalah salah satu bidang garapan yang amat penting dalam pembangunan suatu bangsa dan negara saat ini.

“Pembangunan suatu bangsa yang tidak dibarengi dan diiringi dengan pembangunan akhlaq, moral dan etika bangsanya, maka pembangunan itu akan mengalami ketidakseimbangan. Menurutnya hal itu dikarenakan pendidikan akhlaq untuk menumbuhkan insan-insan yang beradab yang sanggup meneruskan perjuangan generasi sebelumnya dalam membangun bangsanya,” kata Nusamara.

Dalam memberikan pendidikan, pemeliharaan dan pengembangan potensi dasar atau fitrah yang ada pada anak tak lain dan tak bukan adalah dengan sosialisasi dan intenalisasi nilai-nilai agama terhadap anak, atau tepatnya pendidikan Agama dalam keluarga. Pendidikan dalam keluarga ini merupakan landasan yag paling menentukan dalam pembentukan pandangan hidup anak di masa depan. Oleh karena itu, kunci dan hakekat pendidikan keluarga adalah pendidikan agama.

“Oleh karena itu, melalui tahun baru 1436 H ini, kami berharap apa yang kami lakukan di tahun-tahun mendatang bisa lebih baik dan maksimal. dan semoga di tahun baru ini, kebaikan demi kebaikan akan kita raih bersama-sama. amin,”jelas mahasiswi program studi pendidikan kimia itu. */Ely

Penataran KOHATI untuk Bina Mar’atus Solehah

Penataran KohatiHMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Pekanbaru mengadakan penataran Korps HMI-wati (KOHATI) se-Sumatra Raya, bekerjasama dengan Kornas KOHATI, dengan tema ‘Membina Perempuan Menjadi Sosok Mar’atus Solehah demi Terwujudnya Cita-cita HMI.’

Kegiatan ini berlangsung pada 12-14 September 2014 di Balai Pertanian Riau. Ketua Kornas KOHATI, Desi Marisa hadir langsung pada penataran tersebut, dibantu Ketua KOHATI Cabang Yogya, Kartika A Susanti. Selain keduanya, Ketua Komisi Kajian Strategis PB HMI MPO, Muhammad Rafi juga mengisi sesi studium general.

Ketua pelaksana penataran Kohati, Otavia berterimaksih kepada seluruh kader selingkungan cabang Pekanbaru yang telah berpartisipasi dalam proses penataran hingga selesai dan mensukseskan acara penataran ini.

Walaupun penataran Kohati yang perdana dan mungkin masih banyak kekurangan, Ketua Umum Ganjar Setiawan berharap dalam proses penataran Kohati ini dapat membentuk sosok mar’atussholehah dan HMI wati yang bisa menambah semangat HMI wati serta mampu memberikan contoh buat HMI wati yang lain diselingkungan cabang Pekanbaru begitu juga di cabang Meranti.

”Ini tugas berat kita semua sebagai kader HMI, karena kedepannya kita punya tanggung jawab terhadap masa depan agama dan umat serta bangsa,” ujarnya.

Pesan ketua Korna Kohati Yunda Desi Marisa dalam penutupan acara penataran Kohati mengatakan ”Dengan diadakan penataran Kohati ini peran wanita sebagai pejuang dapat dimengerti dan Kohati wati bisa menjadi lebih semangat tidak kalah dengan akhwat serta mampu mengaplikasikan sosok mar’atussholeha di HMI begitu juga dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (GoRiau)

KOHATI Makassar Berbagi Dengan Masyarakat Pemulung

HMINEWS.Com – Mengenang 47 tahun kelahiran KOHATI (17-9-1966 s/d 17-9-2013), Korp HMI-wati (KOHATI-MPO) Cabang Makassar melaksanakan kegiatan sosial bersama masyarakat pemulung yang ada di Jalan Hertasning Baru, Selasa (17/9/2013)

Pelaksanaan kegiatan Milad KOHATI ini dirangkaikan dengan kegiatan sosial bertema ‘’KOHATI Berbagi; Aktualisasi Sosok Mar’atussoleha dalam Menumbuhkan Rasa Kepekaan Sosial.’’ Tema ini mengandung makna mendalam bagi kader-kader kohati sebagai ajang refleksi diri baik secara individu maupun secara kelembagaan.

Kader-kader KOHATI perlu berhijrah dari ‘’diri yang eksternal’’ ke ‘’diri yang internal’’ sembari merenungkan sejauh mana kebermanfaatan diri terhadap orang lain atau masyarakat sebagai aktualisasi citra diri KOHATI.

Lebih daripada itu, usia KOHATI yang telah mencapai angka ke-47 juga perlu mempertanyakan kembali, apa yang telah dilakukan? Sebagai sumbangsih terhadap perbaikan tatanan masyarakat menuju tatanan masyarakat yang dicita-citakan yakni tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT.

Menurut Jusnawati, S.Sos, selaku ketua umum Korp HmI Wati MPO Cabang Makassar, kegiatan Milad KOHATI yang dirangkaikan dengan kegiatan sosial ini dimaksudkan sebagai rekayasa dan konsolidasi keilmuan kader KOHATI, sekaligus menemu-kenali epistemologi Sosok Ma’atussoleha secara aktual yang tidak hanya bergelut dalam konsepsi atau dialektika pemikiran saja.

Peringatan kelahiran KOHATI yang penuh dengan nuansa kebahagiaan ini juga berhak dirasakan oleh masyarakat pemulung, masyarakat yang masih sangat membutuhkan uluran tangan baik secara materil maupun secara keilmuan dan spiritual.

Terkait dengan tema, Sri Rahayu Kaimudin selaku ketua panitia juga turut berkomentar. Sesuai dengan apa yang telah dikemukakan oleh ketua umum KOHATI juga tidak jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ketua Panitia. Di mana tema tersebut dimaksudkan sebagai upaya aktualisasi citra diri kader KOHATI, salah satunya adalah hadirnya tanggungjawab sosial bagi diri kader untuk turut berpartisipasi dalam hal penyadaran masyarakat dan uluran bantuan dalam bentuk materiil.

Kegiatan milad KOHATI ini diselenggarakan di salah satu rumah Pemulung yakni Daeng Rosi. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 orang anak-anak dan 50 orang dewasa termasuk orang tua anak. Beberapa rangkaian inti yang dilaksanakan yakni doa bersama untuk KOHATI, lomba menghafal surah-surah pendek, penyerahan sumbangan dari KOHATI kepada masyarakat pemulung dan Hadiah kepada adik-adik pemenang lomba, serta membagikan makanan kepada masyarakat pemulung. Meski tampak sederhana, tapi diselimuti dengan suasana yang ramai, penuh hikmat, dan semangat antusias dari masyarakat.

Pada kesempatan ini juga pengurus KOHATI sempat berbincang-bincang dengan masyarakat pemulung, hal yang sangat menyayat hati ketika mengetahui bahwa mereka sebenarnya adalah masyarakat urban yang mencoba untuk mengadu nasib di kota makassar karena kehidupan di kampung yang tidak mendukung secara ekonomi.

Di kota Makassar ini mereka juga telah sering berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya disebabkan karena tanah yang pernah mereka beli ternyata adalah tanah sengketa. Hal ini sekiranya perlu mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah.

Selain itu dari 50 jumlah anak yang tinggal di tempat itu, 30% putus sekolah dan 20% tidak sekolah disebabkan karena ketidakmampuan dari orang tua anak untuk membiayai biaya sekolah mereka. Pemerintah seharusnya lebih peka dan agresif dalam melihat kondisi masyarakat yang seperti ini dengan melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung di kota Makassar.

Banyak hal-hal dan pelajaran baru yang ditemukan kader KOHATI selama prosesi kegiatan ini. Bagi para pengurus Korp HmI Wati MPO Cabang Makassar, kegiatan ini tidak hanya sebagai seremonial belaka bersama masyarakat pemulung dalam mengenang kelahiran KOHATI tetapi lebih kepada pemaknaan yang lebih luas dan mendalam bagi kader KOHATI untuk selalu bergerak dalam ‘’proses mengada’’ (Existential becoming) yang selalu dalam arah kesempurnaan menuju Tuhan. (Jusnawati, buletinsia)

Wa Ode Herlina: Revitalisasi Fungsi dan Peran KOHATI

HMINEWS.Com – Wa Ode Herlina Hariki maju sebagai kandidat Ketua Umum Korps HMI-Wati (KOHATI) PB HMI periode 2013-2015. Mantan Ketum KOHATI Cabang Kendari tersebut mengusung visi ‘Revitalisasi Fungsi dan Peran KOHATI menuju Muslimah Berkualitas Insan Cita.

Misi yang dibawanya meliputi peningkatan kapasitas intelektual KOHATI, mendorong terbentuknya lembaga tersebut di seluruh Indonesia, tertib administrasi dan kerjasama dengan lembaga keperempuanan di tingkat nasional maupun internasional. “Misi lainnya yang tak kalah penting adalah mengawal dan secara konsisten memperjuangkan kebijakan-kebijakan serta permasalahan terkait keperempuanan, keindonesiaan dan keislaman,” ujarnya, Kamis (14/3/2013).

Selain sebagai Ketua KOHATI Cabang Kendari, Wa Ode Herlina juga pernah menjabat Wasekum Internal Korps HMI-Wati PB HMI 2010-2012. Menurutnya, untuk terwujudnya misi tersebut dirinya dengan tim telah membuat sejumlah program internal maupun eksternal untuk satu kepengurusan kedepan.

Internal:

  • Mengadakan pembinaan karakter para HMI-Wati serta daya analisa kritis kader HMI-Wati terhadap berbagai perkembangan permasalahan baik di internal maupun eksternal,khususnya mengenai keperempuanan.
  • Melakukan pendidikan dan pelatihan,,baik melalui workshop, seminar, trainning, dll, untuk meningkatkan kapasitas intelektual dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya perempuan
  • Modernisasi Organisasi pada dimensi hard ware, soft ware dan brain ware dalam rangka membangun manajemen organisasi yang professional.
  • Memaksimalkan peran koordinasi, konsolidasi dan sosialisasi di internal KOHATI dengan melakukan “Join Program” antara KOHATI PB HMI dengan KOHATI Badko HMI ataupun sebaliknya
  • Membangun Kemapanan Sistem Keuangan Organisasi melalui Kemandirian Pendanaan secara lebih Massif dan kreatif
  • Melakukan Pendataan dan Membangun Data Base Organisasi berbasis Teknologi Informasi

Eksternal:

  • Mempererat kerja sama dalam bentuk jaringan informasi, kerja dan komunikasi dengan lembaga-lembaga Keperempuanan di tingkat Nasional maupun Internasional dalam rangka pengembangan skill dan wawasan serta solidaritas kemanusiaan khususnya perempuan
  • Aktif dan konsisten dalam advokasi kebijakan pemerintah yang tidak pro perempuan dan anak
  • Memformulasi kembali konsep gerakan perempuan yang bernafaskan Islam melalui jalinan kerja sama dengan organisasi-organisasi perempuan Islam dengan mengadakan seminar dan workshop
  • Aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sekitar seperti pendidikan anak jalanan, pelatihan kewirausahaan perempuan atau kegiatan lainnya dalam lingkup perempuan dan anak
  • Berpartisipasi dengan program pemerintah yang berkaitan dengan keperempuanan, pendidikan dan anak

Wa Ode percaya diri maju sebagai kandidat berbekal pengalamannya yang lumayan panjang di HMI (Dipo-red). LK1 tahun 2006, LK2 tahun 2008, LK3 tahun 2010. Saat ini, alumni Universitas Haluoleo Kendari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut tengah menempuh pendidigan di Pascasarjana Universitas Mercu Buana (UMB) Program Magister Manajemen.