Masyarakat Sultra Kecam Pembantaian di Mesir

HMINEWS.Com – Krisis kemanusiaan dan demokrasi yang terjadi di Mesir menuai keprihatinan banyak kalangan. Sejumlah elemen yang tergabung dalam Komite Kemanusiaan  dan Demokrasi Untuk Rakyat Mesir menggelar aksi solidaritas di area Masjid Agung Kota Kendari, Ahad (18/8/2013).

Massa aksi terdiri dari 18 elemen yakni PW NU Sultra,IKADI SULTRA,PW Salimah Sultra, BKMT Kota Kendari, Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiah Kota Kendari, PKPU Kendari, PD Salimah Kota Kendari, PD KAMMI Sultra,Yayasan Amal Saleh Kendari, PUSKOMDA FSLDK Sultra, PK KAMMI UHO, PK KAMMI STAIN Kendari, PMII Komisariat UHO, HMI-MPO Cabang Kendari, LDMI Cabang Kendari, UKKI UHO dan LSIP FKIP UHO.

Sebelumnya, aksi gabungan ini melaksanakan shalat ghaib atas rakyat Mesir yang terbunuh. Sholat tersebut digelar di Masjid Agung. Dalam aksi yang diselingi takbir tersebut, para orator mengutuk tindak kebrutalan yang membabi buta membantai masyarakat sipil tak bersenjata.

“Tindakan brutal militer Mesir kami kecam keras. Pemerintah Indonesia harus tanggap dan tegas dengan persoalan Mesir. Umat juga harus peduli atas saudaranya,” tegas seorang orator diiringi takbir.

Selain itu, aksi yang dipimpin La Albaina Imadi ini juga menilai kudeta militer terhadap pemerintahan Mursi adalah illegal dan pelecehan terhadap demokrasi yang melanggar konstitusi nasional maupun internasional.

Aksi tersebut dirangkaikan dengan kegiatan penggalangan dana di perempatan lampu merah.

Jufra Udo

PB HMI Desak PBB Hentikan Pembunuhan di Mesir

HMINEWS.Com – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO), Puji Hartoyo berkirim surat mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan pembunuhan di Mesir, Sabtu (17/8/2013).

Menurut Puji Hartoyo, desakan itu mengingat belum adanya satu kekuatan pun yang berusaha menghentikan pembunuhan-demi pembunuhan oleh militer terhadap massa pendukung Presiden Mesir tergulingkan, Mohammad Mursi. Bahkan kekejaman militer tersebut dilakukan terhadap mereka yang bertahan di masjid, memberondong massa dengan senjata api dari jarak dekat, serta membuldoser mereka hingga korban tewas terus bertambah.

Apalagi, di kawasan Timur Tengah sendiri malah terpecah, bahkan Raja Saudi mengeluarkan fatwa tentang gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir sebagai gerakan teroris, dan fatwa tersebut bisa menjadi alasan penguat pemerintah militer untuk membunuhi masyarakat sipil yang menyuarakan penolakan mereka. Militer di bawah Jenderal Al Sisi juga membungkam media.

Puji melihat kejadian di Mesir tidak lepas dari campur tangan asing, khususnya Amerika Serikat (USA) yang tidak menyukai kepemimpinan Mursi di Mesir, padahal Mursi merupakan presiden yang dipilih secara demokratis. Sebagaimana desakan Presiden Amerika tahun 2009 mengenai hubungan Islam dengan Barat, dan klaim Amerika terhadap demokrasi, tetapi pada prakteknya mereka tidak menyukai pemerintahan Mursi pilihan rakyat.

Berikut poin seruan PB HMI kepada badan dunia PBB, Uni Eropa dan Amerika Serikat:

1. Hentikan kekerasan/ pembunuhan dan bebaskan masyarakat sipil yang ditahan secara semena-mena
2. Bebaskan Presiden Mursi dan kembalikan kepemimpinannya
3. Insiasikan dialog antar kelompok politik di Mesir, termasuk kelompok pemuda dan militer untuk mencari solusi atas krisis yang terjadi. Militer tidak boleh terlalu campur tangan dalam proses politik tersebut.
4. Segera investigasi pembunuhan terencana yang dilakukan militer terhadap massa rakyat dan tindak tegas pihak yang bertanggungjawab atas tragedi tersebut.
5. Jamin kebebasan ekspresi dan pers

Pelepasan Tim Pertama SOS Egypt

HMINEWS.Com – Lembaga kemanusiaan ‘Aksi Cepat Tanggap’ (ACT) mengirimkan tim pertama Symphaty of Solidarity (SOS) Egypt ke Mesir. Tim dilepas usai shalat Jumat di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum’at (16/8/2013).

Presiden ACT, Ahyudin mengatakan, tim kemanusiaan akan dipimpin Doddy CHP yang sudah berpengalaman memasuki kawasan krisis dan konflik kemanusiaan seperti Palestina dan Myanmar. Doddy selau Direktur Global Partnership dan Andhika Purbo Swasono (Global Humanity Response), serta tim medis dipimpin dr Lukmanul Hakim dan dr Ars Ramdhani.

Ahyudin menjelaskan sedikitnya ada 3 alasan aksi kemanusiaan tersebut. Pertama, Mesir negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI, yang secara de facto tertanggal 22 Maret 1946 atas desakan rakyat Mesir dan pengakuan de jure tertanggal 10 Juni 1947.

Kedua, di Mesir, aksi damai sipil yang terdiri dari pria/wanita, dewasa, anak-anak dan bahkan manula tanpa senjata, ternyata dilawan militer bersenjata. Anak-anak, perempuan, manula tak luput dari sasaran kekerasan. “Laporan media internasional menyebutkan, korban tewas sampai 14 Agustus 20131, dari catatan tiga masjid dan tita rumah sakit sudah mencapai angka 4.500-an jiwa”

Ketiga, Mesir berperan penting mendidik intelektual Indonesia. Saat ini tak kurang dari 5.000 mahasiswa Indonesia belajar di Mesir, terutama di Al Azhar. Bertahun-tahun, intelektual Indonesia banyak dididik di Mesir dan mereka calon-calon pemipmpin di Indonesia. Kini, Mesir berolak dan para pengajar, sejumlah ulama Mesir pun terlibat bersama massa menyuaraan pandangannya. Mereka pun salah satu kelompok potensial terbunuh dalam krisis Mesir ini.”

Menjelasan langkah ACT, Novariyadi Imam Akbari (Senior Vice President -Global Network Dept) mengatakan fase pertama ACT menyiapkan program layanan medis, pangan darurat (dapur umum), dan mendorong pemerintah RI agar mengingatkan Mesir untuk menghentikan penghilangan nyawa warganya.

Ketua Umum PB HMI Instruksikan Aksi Solidaritas Mesir

HMINEWS.Com – Menyikapi krisis kemanusiaan yang terjadi di Mesir, Ketua Umum PB HMI MPO, Puji Hartoyo menginstruksikan kepada HMI Cabang-cabang untuk bersikap.

Instruksi telah dikirim ke email cabang-cabang HMI MPO seluruh Indonesia. Berikut petikan instruksi yang dikeluarkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, Sabtu 17 Agustus 2013. Surat bernomor 01/A/FOR/10/1434.

Nomor : 01/A/FOR/10/1434
Lamp    : 1
Hal            : INSTRUKSI SOLIDARITAS UNTUK MESIR

 

Kepada Yang Kami Hormati
Ketua Umum HMI Cabang Se-Indonesia

Di TEMPAT

Assalamu’alaikum wr. wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan  hidayah-Nya yang selalu tercurahkan kepada makhluk-Nya. Sholawat dan salam senantiasa kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.

Sehubungan dengan telah terjadinya krisis politik didalam negeri Mesir belakangan ini, yang berujung pada persitiwa unjukrasa berdarah pada hari Rabu (14/8/2013) atau pada umumnya disebut “EgyptMassacre” yang telah menewaskan ratusan orang dan ribuan lainnya terluka. Atas nama solidaritas persaudaraan ummat Islam dan rasa kemanusiaan, untuk itu kami mengajak kepada Ketua Umum HMI Cabang se-Indonesia untuk bersikap atas peristiwa ini dalam bentuk aksi unjukrasa solidaritas, pernyataan ataupun bentuk lainnya.

Demikian surat instruksi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Billahittaufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum
 wr. wb. 

Jakarta, 09 Syawal     1434  H
17 Agustus    2013 M

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

PENGURUS BESAR

PUJI HARTOYO ABU BAKAR

KETUA UMUM

Tembusan:

  1. HMI Badko se-Indonesia
  2. Arsip Nasional PB HMI