Rupiah Justru Melemah Saat Presiden Blusukan ke Luar Negeri

HMINEWS.Com – Saat Presiden Joko Widodo gencar menghadiri forum-forum internasional, ke Korea Selatan dan ASEAN, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) menurun tajam, berada di level Rp 12.467/ Dollar AS (Jumat 12/12/2014).

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Jumat, mengatakan melemahnya Rupiah diakibatkan anjloknya harga minyak dunia yang menyebabkan menguatnya nilai tukar Dollar.

“Dalam kondisi harga minyak dunia sedang turun memang akan ada kecenderungan dolar menguat. Penyebabnya, selain antisipasi kenaikan Fed Rate tahun depan, juga karena harga minyak. Ini membut dolar menguat,” tutur Bambang di kantornya (metrotvnews.com, Jumat)

Penurunan ini  menjadi penurunan mingguan tertajam dalam dua bulan terkahir, namun tidak ada yang mengaitkan kedua hal ini; melemahnya Rupiah dengan safari Presiden RI. Padahal kunjungan Presiden ke luar negeri sangat penting artinya bagi posisi ekonomi Indonesia.

Hal ini berbeda sama sekali dengan saat Pilpres yang lalu, dimana segala tindak-tanduk Jokowi dihubung-hubungkan dengan menguatnya Rupiah, sedangkan sedikit saja riak yang terjadi, selalu dialamatkan kepada pihak yang berseberangan.

Beberapa waktu yang lalu dalam sebuah diskusi di Cikini (29/9), mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mengatakan bahwa pelaku pasar modal seringkali terlalu mencampuri ekonomi dalam negeri Indonesia. Padahal mereka hanya segelintir orang dan tidak mewakili masyarakat Indonesia secara umum.

Para pelaku pasar modal yang elitis itu sebagian besarnya merupakan orang asing yang hanya ingin diakui eksistensinya dan ingin menunjukkan bahwa mereka punya pengaruh dalam percaturan ekonomi politik di Indonesia. Misalnya dalam merespon UU Pilkada.

“Ada rancangan udang-undang disahkan di DPR pasarnya teriak. Pasar yang mana? Pasar opo? Pasar kita itu Pasar Senen, Pasar Jatinegara , Pasar Induk dan lainnya yang hidup 24 jam sehari. Itu semua diganti ditiadakan para pelaku pasar modal yang hanya segelintir,” kata Fuad Bawazier

Reaksi ‘pasar’ itu, lanjut Fuad, di-drive oleh faktor-faktor objektif yang sering hanya berdampak 2-3 hari. Misalnya reaksi Rupiah yang menguat terhadap Dollar pasca terpilihnya Jokowi . Buktinya setelah itu Dollar kembali ke Rp 12 ribu.