Halaqah Akbar, HMI Mataram Bahas Politik Kaum Intelektual

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) menggelar Halaqoh Akbar “Rekonstruksi Gerakan Intelektual Mahasiswa dalam Mengunggap Budaya Politik di Indonesia.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Aji Dedi Mulawarman (dosen Pascasarjana Ekonomi Universitas Brawijaya) dan H. Didi Sumardi, SH (Ketua DPRD Kota Mataram sekaligus Ketua KAHMI NTB), serta melibatkan OKP se-Mataram seperti KNPI, PMII, SMI, KAMMI, FMN, LMND dan lainnya.

Acara diadakan di Gedung KNPI Provinsi NTB, Senin (26/10/2015).

Ketua panitia, Firdauz, dalam sambutannya mengatakan bahwa perpolitikan di Indonesia sekarang ini sudah jauh dari kejujuran dan keadilan. Problematika politik ini kerap dirasakan masyarakat awam yang gampang tertipu oleh oknum-oknum politikus yang tidak bertanggung jawab.

“Sehingga hasil perpolitikan kita ini melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak pro rakyat. Oleh karena itu acara halakah akbar ini kami rancang dengan tujuan untuk memberikan wawasan terhadap mahasiswa. Saya mengajak, mari kita gagas kembali nilai-nilai intelektual dalam benak kita yang sudah lama hilang untuk membangun peradaban bangsa ini agar generasi muda NTB siap membangun NKRI kedepan,” Lanjutnya.

Sementara Ketua Umum HMI MPO Mataram, Muslimin Sharizal, dalam sambutannya menyatakan bahwa sejak era kemerdekaan, era reformasi, sampai saat ini pemuda dan atau mahasiswa selalu mengawal perpolitikan di Indonesia guna terwujudnya perpolitikan yang bermoral dan intelek. Namun yang menjadi persoalan adalah masih maraknya yang lebih mengutamakan kepentingan individu, kelompok dan golongan sehingga menganak-tirikan kepentingan rakyat.

“Melalui momentum ini mari kita tata ulang NKRI melalui reformasi intelektual yang bukan menjual idealisme,” Lanjutnya.

Kemudian materi pertama disampaikan Dr. Aji Dedi Mulawarman. Penulis buku Tjokroaminoto ini mengungkapkan bahwa budaya perpolitikan di Indonesia pada masa pemerintahan Soekarno sampai pemerintahan Joko Widodo kerap menggunakan budaya-budaya politik liberalisme dan komunisme. Bukti nyata akan budaya perpolitikan tersebut bahwa gagalnya gerakan mahasiswa dalam menumbangkan pemerintah yang otoriter sejak tahun 1965-1998. Mengapa demikian? karena pemikiran budaya-budaya perpolitikan yang liberal dan komunis merupakan suatu pemikiran politik yang berjangka panjang sehingga oknum-oknum yang menggunakannya seolah-olah tumbang pada masa itu namun saat ini mulai bermunculan kembali dengan gaya-gaya yang sama.

“Maka dari itu sekarang mahasiswa harus lebih efektif dan efisien dalam menganalisa permasalahan bangsa ini terutama dalam bidang perpolitikan. Mahasiswa bukan hanya sekedar formalitas aksi demonstrasi saja dalam menanggapi permasalahan negara ini, tapi aksi demonstrasi yang terdidik dan betul-betul karena kemaslahatan umat seperti aksi-aksi perjuangan yang kerap dilakukan oleh Tjokroaminoto,” ucap Dr. Aji Dedi.

Setelah itu H. Didi Sumardi, S.H menyampaikan materi yang kedua. Ketua DPRD Kota Mataram ini mengatakan bahwa di semua sisi dalam konteks kemasyarakatan dan kenegaraan dari tingkat kelurahan sampai pusat, lebih-lebih pada permasalahan perpolitikan, semua bermasalah.

Melihat akan hal tersebut makan solusi seharusnya diberikan oleh mahasiswa adalah gerakan terorganisir supaya melahirkan perubahan. Hal ini perlu guna menstabilkan perpoitikan di Indonesia ini.

“Partai politik itu seharusnya diisi oleh orang-orang yang mempertahankan idealismenya, mempunyai tujuan yang lurus,” ujarnya.

Ipul

HMI MPO Mataram: Jokowi-JK Tak Mampu Urus Negara

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Mataram berunjukrasa mengkritik setahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Rezim Jokowi-JK mereka nilai gagal.

Anggota HMI Mataram berangkat dari Gomong dengan berjalan kaki sambil membentangkan spanduk “Turunkan Jokowi-JK” hingga Perempatan BI Mataram dan bergantian berorasi di tempat tersebut, Selasa (20/10/2015).

Menurut korlap aksi, Sadam, banyak persoalan yang tak mampu diatasi pemerintahan Jokowi-JK selama setahun ini. Di antaranya permasalahan politik, penegakan hukum, ekonomi dan pendidikan serta kesehatan. Jokowi-JK dinilai tidak sungguh-sungguh mewujudkan janji-janji kampanye dan melaksanakan Nawa Cita maupun revolusi mental.

“Kalau memang Jokowi-JK merasa tidak mampu untuk mengurus negara,  maka HMI MPO Cabang Mataram meminta dengan hormat agar kiranya Jokowi-JK segera mungkin mundur dari jabatan,” ujar massa HMI.

Namun, lanjut Sadam, jika Jokowi-JK masih ingin melanjutkan pemerintahannya, ada tiga tuntutan yang harus dipenuhi. Yaitu realisaskan janji-janji politik, stabilkan ekonomi dan pendidikan, serta tegakkan supremasi hukum.

Cahyo Pamungkas Isi Kajian HMI MPO Mataram

HMINEWS.Com – Mantan Ketua Umum PB HMI  MPO (periode 2003-2005), Cahyo Pamongkas, SE, M,Si.  mengisi kajian dan diskusi HMI MPO Cabang Mataram. Bertempat di IAIN Sunan Ampel Mataram, Selasa (15/6/15), kajian dihadiri 30-an kader dari berbagai komisariat.

Kepada kader HMI Mataram, Cahyo Pamungkas berpesan, bahwa HMI harus menguasai pos-pos penting di tiap kampus, seperti BEM, HMJ dan lainya, itu untuk kader HMI yang masih dikomisariat. Sementara kader HMI yang sudah berada di pengurus cabang atau pasca cabang, ia menyarankan untuk mengabdikan diri dalam masyarakat, dengan cara bekerja sama dengan pemerintah mensukseskan program-programnya, sehingga pembangunan  merata kepada seluruh masyarakat.

“Ada persoalan dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di NTB, sehingga berada di posisi terendah kedua dari 34 Propinsi. Maka sebagai kader HMI NTB harus mencari tahu penyebabnya dimana, kalau merasa bahwa penyebabnya adalah gagalnya program pemerintah maka programnya harus dikritisi, dan kita menawarkan program yang solutif,” kata Cahyo Pamungkas memberi contoh.

Ia menasehatkan, kader HMI harus berani mengkritik Walikota, Bupati, dan Gubernur. “Maksudnya bukan orangnya, tapi programnya yang kita kritik, seandainya gagal dan kita sebagai kader HMI harus menawarkan program yang lebih baik sebagai penggantinya,” lanjutnya.

Dedi Ermansyah

Pengurus HMI MPO Mataram Dilantik

HMINEWS.Com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Mataram – NTB, hasi lKonferensike-9 dilantik. Pelantikan bertempatdi Kampus IAIN Sunan Ampel Mataram.

Tema pelantikan pengurus adalah “Menciptakan Kepengurusan yang Akuntabel, Berintegritas, Berasaskan Khitah Perjuangan dan Konstitusi HMI.” Zaenal Abidim Riam Selaku Ketua Badko Sulambanusra mewakili Ketua PB HMI MPO melantik jajaran pengurus pada Ahad (14/6/2015) siang.

Dalam sambutannya, Zaenal menyatakan bahwa konsekuensi dari pengurus yang sudah dilantik, harus berjuang dalam 1 tahun ke depan. “Dalam kepengurusan ke depan pengurus cabang juga harus membangun komunikasi dengan baik dengan sesama pengurus, Badko dan Pengurus Besar agar perjuangan HMI di cabang bersinergi dengan baik serta lebih dikuatkan lagi tranformasi keilmuannya,” kata Zaaenal.

Ketua Umum HMI Cabang Mataram yang baru demosioner, Rian Wijai, dalam sambutanya mengatakan bahwa ia menyadari banyak kekurangannya dalam masa kepemimpinannya. Untuk itu, lanjutnya, diperlukan usaha maksimal agar HMI Cabang Mataram bisa terus mewarnai gerakan mahasiswa di Kota Mataram .

Selain itu juga dalam sambutan dari Ketua Umum HMI Cabang Mataram yang baru dilantik Muslimin Syahrizal, mengatakan agar kepengurusan kali ini harus saling bahu membahu dalam membanghun HMI, lanjutnya banyak tantangan dan hambatan yang sudah barang tentu akan dihadapi olehnya maka dari itu dia mengharpkan agar kepengurusan kali tidak ada lagi kubu-kubuan serta ego individual yang membuat cabang mengalami kemandekan dalam menjalankan program.

Setelah pelantikan dilanjudkan dengan acara diskusi dengan Ketua Badko Sulambanusra serta sejumlah pengurus cabang lain yang hadir.

Ary Yanto A Rahman Kapitang

HMI MPO Mataram Selenggarakan Konferensi Ke-9

HMINEWS.Com – Himpunanan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Mataram sukses melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-9. Acara tersebut dilaksanakan di Kampus IKIP Mataram (24/5/2015).

Kegiatan tersebut mengusung tema “ Memilih pemimpin yang Akuntabel, Integritas, Visioner yang Berasaskan Khithah Perjuangan dan Konstitusi HMI.”

Ketua panitia konfercab, Diran, mengungkapkan bahwa tema tersebut diusung atas dasar kesepakatan komisariat-komisariat, karena Konfercab adalah moment yang sangat sakral bagi HMI di Cabang.

“Konfercab adalah moment yang sangat penting dan sakral, karena di sinilah keputusan, program kerja, dan imam baru ditentukan,” ungkapnya

Sementara dalam sambutannya Ketua HMI Cabang Mataram, yang diwakili M Naim, mengatakan kepengurusan HMI satu periode telah melakukan banyak hal, namun tentu masih banyak yang harus diperbaiki.

“Amanah kepengurusan HMI telah kami laksanakan, walaupun masih banyak kekurangan, Kepengurusan selanjutnya harus lebih baik dari apa yang telah kami lakukan,” harapnya

Kegiatan tersebut dibuka dan ditutup secara resmi oleh Ketua HMI Badko Sulambanusa, yang diwakili oleh Dedi Ermansyah (Koordinator Wilayah Bali Nusa Tenggara).

Kepada peserta Konfercab, Dedi Berpesan, bahwa untuk mencapai tujuannya HMI harus tetap mempertahankan Trias Komitmen, yakni komitmen ideologis, Epistemologis, dan organisatoris.

“HMI adalah organisasi perkaderan dan perjuangan, maka sebagai fondasinya harus memperkuat trias komitmen, yakni ideologis, Epistimologis dan organisatoris,” ungkapnya

Dedi menambahkan, HMI harus sensitif terhadap realitas sosial dan mampu menempatkan diri sebagai elemen yang selalu dibutuhkan umat dan bangsa, tentunya tetap pada koridor Khithah dan Konstitusi HMI. Imbuhnya

Forum Tertinggi di tingkat cabang tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi komisariat dan program-program kerja. Juga terpilih Formatur yang baru yaitu Muslimin Syahrijal utusan Komisariat Unram. Dia unggul dari rival tunggalnya Edi Abdul Kadir utusan dari Komisariat Eksakta IKIP Mataram dengan perolehan 10 sura, sementara Edi hanya mendapat 5 suara.

Dalam sambutan pengukuhannya Muslimin Syahrijal optimistis akan membangun HMI Cabang mataram ke arah yang lebih baik,

“Insya Allah, HMI dalam kepemimpinan saya akan lebih baik, tentunya dengan dukungan dan partisipasi dari semua kader HMI,” ungkpanya

Kontributor Lapmi

Penembakan Anak di Mataram, Badko HMI Datangi LPA NTB

HMINEWS.Com – Penembakan terhadap 5 anak dibawah umur pada konflik dua kelurahan di bima 24 desember lalu, menuai protes dari kalangan aktifis. Pasalnya, Tindakan aparat kepolisian tersebut dinilai represif dan melanggar kode etik kepolisian serta melanggar Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Aktifis HMI MPO Badko Sulambanusa (Sulawesi Selatan, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara), Wilayah Bali Nusa Tenggara mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Nusa Tenggara Barat, Selasa (6/01/2015). Sekitar pukul 10. 00 Wita Pengurus HMI MPO Badko Sulambanusa ditemui oleh Ketua LPA NTB Drs. H. Badarudin Nur dan Joko Jumadi. SH. MH.

Koordinator Divisi advokasi dan hukum, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Nusa Tenggara Barat (NTB) Pengurus HMI MPO Badko Sulambanusa, Koordinator Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Dedi Ermansyah menyampaikan protesnya terhadap tindakan represif aparat, dan meminta kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB untuk melindungi 5 korban penembakan aparat yang saat ini berstatus sebagai tersangka.

“Penembakan aparat polisi terhadap anak di bawah umur tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun, apalagi anak-anak yang ditembak tersebut sedang main game disebuah stasiun permainan, jangankan anak-anak yang tidak bersalah, anak-anak yang sudah jelas kesalahannya saja tidak bisa dihukum, karena mereka mendapat perlindungan dari negara, apalagi sampai ditembak hingga beberapa kali tembakan,” kata Dedi Ermansyah.

Dedi Menambahkan, penembakan tersebut merupakan kejahatan terorganisir oleh lembaga kepolisian, karena yang melakukannya bukan lagi oknum, tapi organisasi dengan anggota dua kompi aparat.

“Nah ini ada indikasi perintah dari atasan untuk melakukan penyerangan terhadap warga,” tandasnya lagi.

Badko meminta komitmen LPA NTB untuk melindungi 5 orang korban dan dibebaskan dari status tersangka, serta meminta LPA untuk bersama-sama menegakkan keadilan, yakni semua pelaku penembakan anak di bawah umur tersebut dihukum sesui ketentuan yang ada.

Ketua LPA NTB Drs. H. Badarudin Nur Mengapresiasi langkah HMI dalam mendorong LPA untuk melindungi anak-anak dari berbagai ancaman dan kejahatan.

“Kami mengapresiasi langkah adik-adik dari HMI dan kita akan bersama-sama melindungi hak-hak anak dari berbagai ancaman,” ungkapnya.

Sementara Joko Jumadi. SH. MH., Koordinator Divisi Advokasi dan Hukum LPA NTB, berjanji untuk melindungi anak-anak yang sebenarnya sebagai korban tertapi berubah menjadi tersangka.

“Kami berjanji akan melindungi dan melepaskan status tersangka terhadap korban penembakan, dan kami akan meminta Kepolisian Daerah NTB untuk bertanggungjawab dan mengadili para pelaku penembakan,” lanjutnya.

Korban penembakan atas nama Andi Panca masih dirawat di Rumah Sakit Bayangkara Mataram, sementara korban yang lainya diamannkan di Panti Sosial Paramita Mataram. Pihak LPA NTB Divisi Advokasi dan Hukum akan melakukan sosialisasi dan konsolidasi kepada mahasiswa dengan mengundang OKP, BEM, DPM, dan UKM se- NTB terkait tindakan-tindakan represif oleh polisi.

HMI MPO Unram Adakan R-A-K

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Komisariat Universitas Mataram laksanakan Rapat Anggota Komisariat.  Acara tersebut terselenggara pada hari Ahad (02/10/14)  di Kampus IKIP Mataram.

Ketua panitia, Fajrin, mengatakan tema dalam RAK tersebut adalah “Membentuk Pemimpin yang Berkarakter Ulil Albab dan Konsisten terhadap Visi Misi HMI, serta Bertanggungjawab atas Terbentuknya Masyarakat yang Ideal.”

“Tema tersebut diangkat berdasarkan kesepakatan seluruh Anggota Komisariat Unram, dengan  harapan kegiatan tersebut dapat menghasilkan pemimpin komisariat yang benar-benar berkarakter Ulil Albab dan bertanggung jawab, sehingga mampu menjadi ‘imam’ baru di Komisariat Unram yang akan membawa HMI ke arah yang lebih baik, tentunya tetap pada Koridor Visi dan Misi Perjuangan,” kata Fajrin.

Acara tersebut dibuka secara resmi Oleh ketua HMI MPO Cabang Mataram, Rian Wijaya. Dalam sambutannya  Rian berkata, “RAK adalah proses yang sangat sakral dalam HMI di tingkat Komisariat,  Karena di acara RAK lah kader HMI menetukan pemimpin baru dan rumusan-rumusan yang bersifat Konstruktif untuk Komisariat ke depan,” tandas ketua cabang.

Rian menambahkan, pemimpin baru nantinya harus mampu menjalankan visi-misi dan tujuan HMI secara universal Berdasarkan Konstitusi.

Sementara Ketua Komisariat Unram, Muslimin Syahrijal, mengatakan RAK tidak hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan yang tidak memiliki substansi orientasi. HMI Komisariat Unram telah melampaui capaian-capaian dan prestasi selama satu periode terakhir selama kepengurusanya, namun, Kader HMI Komisariat Unram tidak boleh terlena karena masih banyak kekurangan yang harus dibenahi oleh pengurus selanjutnya.

“Semoga imam selanjutnya meraih prestasi-prestasi yang jauh lebih baik, dari apa yang telah kami lakukan,” ia berharap.

Forum tersebut telah menghasilkan Sadam sebagai Formatur baru, yang akan memimpin komisariat Unram periode 2014-2015. Sebelumnya Sadam berkompetisi dengan Yono. Sadam unggul 16 suara, sedangkan Yono mendapat 4 suara. Selain formatur dan mide formatur, Forum tersebut juga menghasilkan beberapa rekomendasi-rekomendasi dan rancangan program kerja yang akan dilksanakan satu periode selanjutnya.

Dalam sambutannya, sadam berharap partisipasi seluruh kader, agar dalam kepengurusan nanti HMI Unram semakin baik.

“HMI Komisariat Unram akan lebih baik dari sebelumnya, namun itu tidak akan terjadi tanpa ada partisipasi dari kader HMI se-Komisariat Unram, Rekomendasi dan Program-program kerja tidak akan terlaksana jika saya berjalan sendiri, tanpa adanya kerja kolektif dan dukungan dari kader HMI Komisariat Unram,” ujarnya.

Dedi Ermansyah