HMI Tangerang Dukung Pemkot Tegakkan Perda Miras

HMINEWS.Com – Kasus tempat karaoke Inul Vista di Kota tangerang pasca penyegelan oleh Pemkot Tangerang melebar. Pihak Inul Vista menggugat Pemkot Tangerang dan wartawan atas tuduhan pencemaran nama baik. Menyikapi hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Tangerang Raya menyatakan dukungannya terhadap Pemkot dan Satpol PP Kota Tangerang.

“Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Tangerang Raya mendukung penuh upaya Pemkot Tangerang dan Satpol PP yang  telah menyegel tempat karaoke tersebut yang kedapatan menyediakan minuman keras di dalamnya,” kata Khotibyani, Selasa (20/1/2015).

Khotib menyatakan seharusnya pihak Inul Vista tahu bahwa di Kota Tangerang ada Perda yang melarang penjaulan miras, juga melarang pelacuran. Tetapi tampaknya pihak Inul Vista mengabaikan Perda tersebut.

“Seharusnya pihak Inul Vista meminta maaf kepada masyarakat Kota Tangerang karena sudah mencederai apa yang sudah menjadi ketentuan di Kota yang mengusung motto sebagai Kota Akhlaqul Karimah. Tapi bukannya meminta maaf kepada masyarakat dan Pemkot Tangerang, Inul Vista malah menggugat balik, padahal sudah jelas pihak Inul yang salah,” tambahnya.

HMI MPO Tangerang Raya Berjanji akan terus mendukung Pemkot Tangerang khususnya dalam mengawal Perda 7 dan 8 sehingga Kota Tangerang benar-benar bebas dari miras dan pelacuran.

Ribuan Botol Miras dan Petasan Disita

HMINEWS.Com – 1.151 botol miras dan 123.748 petasan diamankan Polres Karawang. Didapat dari tempat-tempat penjualan minuman keras di semua kecamatan yang dilakukan masing-masing Polsek dalam operasi yang digelar pada 20-22 Juli 2012.

“Kali ini kami menggelar oprasi sekedar mencegah saja. Tapi kalau mereka melakukan penjualan secara rutin kembali dalam jumlah besar dan tidak melihat suasana bulan Ramadhan, kita akan melakukan tindakan yang lebih tegas lagi,” kata Kapolres Karawang Arman Achdiat kepada HMINEWS, Senin (23/7/2012) malam.

Menurut Kapolres, peredaran kedua jenis barang tersebut masih dalam taraf wajar. Meski begitu akan terus diikuti dengan razia-razia berikutnya secara rutin. Hal lain yang menjadi perhatian adalah lokalisasi, maraknya gelandangan dan pengemis, serta pencurian sepeda motor.

“Hal itu juga mesti dibenahi, operasi akan dilakukan selama sepuluh hari,” lanjutnya.

Dengan operasi tersebut pihaknya berharap tidak ada aksi sweeping yang dilakukan oleh ormas atau LSM, sehingga meminimalkan kemungkinan terjadinya bentrokan.

Asep Riyadi