Asa Kader HMI Yogya menuju Forum Internasional

HMINEWS.Com-   Tepat pada Tahun 2016 sebuah event akbar antar mahasiswa di seluruh belahan dunia akan akan diadakan di jantung kota Inggris. Tepatnya di gedung berkelas dunia, Central Hall Westminster & TBC, Storey’s Gate London pada tanggal 26 hingga 28 Februari 2016. Event ini terangkum dalam London International Model United Nations (LIMUN). Acara ini merupakan konferensi Model United Nations (MUN) tahunan paling bergengsi dan terbesar di seluruh Eropa yang diselenggarakan oleh Yayasan LIMUN dan dihadiri oleh sekitar 1600 delegasi lebih dari 50 negara di dunia.

HMI Cabang Yogyakarta berencana ikut serta dengan mengirimkan delegasinya ke acara internasional tersebut. Delegasi ini akan diketuai oleh Fassya Adinna. Ia merupakan salah satu kader HMI MPO FH UII.

Lahir di Yogyakarta, 29 September 1994, saat ini Fasya –begitu biasa ia dipanggil–   tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Internasional jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia. Dengan motto hidup “I am intimidated by the fear of being average”, Fasya mempunyai pengalaman organisasi di Lembaga Eksekutif Mahasiswa FH UII pada tahun 2012 hingga 2014, anggota Juridical Council of International Program pada 2013, dan tergabung dalam Student Association International Law. Selain itu mulai pada tahun 2012 hingga sekarang ia tercatat sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO).

Dalam bidang akademis dara kelahiran Yogyakarta ini berhasil mencatatkan prestasi sebagai satu-satunya pelajar dari Asia yang berhasil mendapatkan ijasah kelulusan dalam bidang Science pada salah satu SMA di Perancis. Tidak hanya itu saja, ia juga mendapatkan predikat mahasiswi baru dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di FH UII, meraih gelar juara tim Semifinalis Spirit of Moot Court, juara individu Best Oralist (International Humanitarian Law Moot Court Competition tahun 2013), menjadi finalis Phillip Cjessup Moot Court Competition pada tahun 2014, dan terpilih sebagai salah satu tim yang mewakili Indonesia untuk tingkat perlombaan internasional di Washington DC, Amerika Serikat.

Berikut hasil wawawara dengan Fasya:

Rencana ada berapa orang yang akan berpartisipasi dalam event tersebut ?

Ada empat orang yaitu saya sebagai ketua tim dan tiga anggota Dina Khairunisyah Berna Merinda Feby dan Nur Gemilang Mahardika.

Sebenarnya apa yang menjadi tujuan untuk mengikuti event tersebut ?

HMI selama ini ‘terlalu’ menyibukan dirinya merespon isu-isu nasional. Sejak kami secara resmi menjadi bagian dari organisasi ini sampai saat ini, kader-kadernya memiliki pengetahuan yang sangat minim akan isu-isu global dikarenakan tidak adanya budaya yang dibangun untuk membahas isu internasional. Padahal permasalahan di luar tidak kalah penting dari isu-isu nasional, terlebih lagi ketika permasalahan tersebut melibatkan saudara-saudara kita sesama muslim seperti isu islamophobia dan gejolak politik saling serang di negara-negara Timur Tengah. Dengan mengikuti konferensi ini, pertama kami harap kader-kader HMI lainnya dapat termotivasi untuk menjalankan peran HMI dalam isu internasional. Paling tidak dimulai dengan membahas isu-isu global kemudian terus berjalan hingga berperan untuk menyelesaikannya. Kedua tentu kami menginginkan nama HMI terdengar oleh mahasiswa-mahasiswa asing maupun organisasi-organisasi internasional dikenal sebagai organisasi mahasiswa islam yang dapat bersaing secara akademis dalam level internasional.

 Menurut saudari apa yang akan didapat oleh HMI? Apakah hanya sebuah eksistensi atau ada yang lain?

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, harapan besar kami adalah menyadarkan kader-kader HMI bahwa sudah saatnya kita menunjukkan kepedulian sosialnya terhadap masyarakat internasional. Pembelajaran ini harus dimasukan dalam bagian sistem pengkaderan sehingga komisariat akan menanamkan bibit-bibit unggul yang tidak hanya jago kandang tapi berani keluar dari rumahnya dan meneriakkan suaranya di luar Indonesia. Nama HMI sudah lebih dari terkenal di level nasional. Banyak media nasional yang mengangkat nama HMI. Sehingga keikutsertaan HMI dalam event ini akan memperluas jangkauan peran organisasi terhadap masyarakat dimulai dari dididiknya mahasiswa untuk belajar menyelesaikan kasus-kasus di tingkat global.

Bagaimana teknis event tersebut, kemudian setelah mengikuti kegiatan itu apa yang akan teman-teman lakukan dengan gagasan-gagasan yang berhasil teman-teman dapat?

Secara teknis forum tersebut merupakan simulasi seperti forum PBB, dimana kami memerankan suatu negara dan berdiplomasi dengan negara-negara anggota lain untuk membahas penyelesaian suatu isu yang diangkat. Dengan sekaligus membawa kepentingan nasional negara yang kami representasikan. Tentunya negara tersebut bukanlah negara kami sendiri (Indonesia). Kami akan memerankan negara lain sebagai penambah kewajiban untuk mengetahui terlebih dahulu keadaan negara tersebut sebelum mewakilinya di meja PBB. Disinilah kami mendapat pengetahuan akan keadaan dan kepentingan negara-negara di dunia. Ilmu ini yang insya Allah akan kami salurkan ke kader-kader HMI yang lain.

Berarti ada kemungkinan nanti kawan-kawan bakal berposisi menjadi wakil negara-negara Timur Tengah seperti Palestina, Irak dan Suriah?

Sangat Mungkin.

Kendala-kendala apa sajakah yang teman-teman hadapi untuk mempersiapkan kegiatan yang akan saudari ikuti?

Kendala utama kami adalah dalam mempersiapkan materi, dikarenakan ini pertama kalinya kami mengikuti acara tersebut sehingga sulit untuk membayangkan kegiatan tersebut secara teknis. Kedua tentunya perjalanan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga saat ini kami sedang berusaha mengumpulkan bantuan dana.

Pertanyaan terakhir, adakah pesan-pesan khusus bagi kader HMI maupun utnuk para alumni?

Jangan batasi ruang gerak kawan-kawan kader hanya di area-area “mainstream” yang dilakukan oleh senior-senior kita, HMI bukan hanya untuk UII atau Yogyakarta, tapi untuk masyarakat dunia. Kemudian saya membayangkan ketika seluruh alumni HMI “Hand in Hand” mensuporrt seluruh kegiatan. Tentunya akan lebih banyak lagi hal-hal luar biasa yang dapat dilakukan Kader-kader HMI. Sehingga kami Mohon tolong jangan letih-letihnya kami dibina dan dibantu.

Muhammad Azhar
HMI MPO FH UII. Sekarang aktif di Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Islam Indonesia (LKBH UII).