Zuhad Aji Lantik Pengurus HMI Cabang Jaksel

HMINEWS.COM, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI-MPO) Zuhad Aji Firmantoro melantik pengurus HMI Cabang Jakarta periode 2019-2020, Senin (18/2/2019).

Acara pelantikan yang berlangsung di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mawar, Cirendeu, Ciputat Tanggerang Selatan ini mengangkat tema “Merawat Generasi Ilmu Membina Generasi Amal”.

Adapun pengurus yang dilantik antara lain Ketua Umum HMI Cabang Jaksel, Dede Kholidin dan jajarannya: Renisa, Halimah, Eva, Tursini, Suci dan Maulana, Hidayatusolihin, Alawi, wahido, Kaffa, Fahruroji, Asep, Idnan dan lainnya.

Dede Kholidin selaku Ketum baru menjelaskan soal dipilihnya tema “Merawat Generasi Ilmu Membina Generasi Amal” dalam acara ini.

Menurut dia, tema ini dipilih karena ruh organisasi HMI adalah perkaderan dan perjuangan. Dan saat ini pihaknya berkomitmen mengfokuskan pada keilmuan dan kesosialan.

Saat ini HMI Cabang Jakarta Selatan menaungi tiga komisariat yaitu Komisariat PTIQ IIQ, Komisariat Insan Kamil dan Komisariat Benih Juang.

“Tentu Ini bukan hal yang mudah bagi kami, Jika Kita tidak bersama-sama dalam menjaga kuantitas dan kualitas,” ucap Dede.

Acara Ini dihadiri pula oleh kanda Dr. Baeti Rahman MA (Sekum KAHMI Rayon PTIQ), Kanda Dr. Suryadi Naomi (Sekjen Barisan Nusantara), Kanda Ziad Abdul Malik (Demisioner Ketum HMI Jaksel), Kanda Jamil Abdul Aziz (Demisioner).[]

Bertemu dengan Mahasiswa Thailand, Komisi HI PB HMI Bahas Isu Kemanusiaan

 

HMINEWS.COM-Ketua Komisi Hubungan Internasional Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Henky Fernando menjalin silahturahmi dengan Persatuan Mahasiswa Islam Patani (Selatan Thailand) Indonesia di Riau.

Pertemuan antara dua organisasi pemuda muslim Asia Tenggara ini, membahas isu-isu sentral yang ada disetiap negara tersebut.

“Isu-isu kemanusiaan, menjadi isu yang sangat menarik untuk diperhatikan mulai dari diskriminasi disektor pendidikan, politik, hukum dan kebebasan dalam beragama menjadi sangat penting untuk dibahas di Patani Selatan Thailand,” kata Abdurahman selaku ketua Persatuan Mahasiswa Islam Patani Thailand Selatan, Jumat (27/4/2018).

Abdurahman juga menambahkan, kurangnya perhatian dunia terutama negara Asia Tenggara dalam merespon isu kemanusian di Patani Thailand selatan, membuat fenomena ini tidak terlihat bias di tatanan masyarakat dunia.

“Untuk itu, kerja sama dari negara lain sangat diperlukan dalam menyuarakan isu-isu kemanusian di Patani Thailand, yang sampai saat ini masyarakat Patani diawasi langsung oleh militer dan dibatasi hak-haknya,” katanya.

Ketua Komisi HI PB HMI, Henky Fernando mengungkapkan, Himpunan Mahasiswa Islam melalui komisi Hubungan Internasionalnya, akan mengeksploitasi lebih dalam lagi tentang fenomena ini dan merespon serius permasalahan kemanusian yang sedang terjadi di Thailand selatan ini.

“Permasalahan yang ada di Patani Thailand selatan harus mendapatkan perhatian serius karena ada hak-hak dasar kelompok masyarakat tertentu yang diskriminasikan oleh negara, untuk HMI akan menyuarakan isu ini ketatanan masyarakat Asia tenggara untuk bisa mengatasi masalah tersebut, karena HMI cabang Pekanbaru mempunyai beberapa Kader yang ada di mahasiswa Muslim patan Thailand,” ujar Henky.

Selain membahas masalah kemanusian, ketua komisi HI PB HMI dan ketua  Persatuan Mahasiswa Islam Patani (Selatan Thailand) Indonesia di Riau telah bersepakat untuk meningkatkan dan menjalin Hubungan kerja sama antara kedua organisasi pemuda muslim lintas negara ini disektor, kepemimpinan, pendidikan, budaya dan Agama nantinya.

PB HMI melalui komisi HI akan terus berupaya membangun hubungan organisasi pemuda muslim yang ada di asia tenggara disemua sektor, untuk dapat berkolaborasi dalam mewujudkan tatanan masyarakat dunia yang berkeadilan.

PB HMI MPO Dukung Gerakan Intifada Rakyat Palestina

HMINEWS.Com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) mendukung gerakan intifadhah Rakyat Palestina untuk menghadapi kesewenangan militer Israel.

Sebagaimana diketahui, bentrokan yagn disebut sebagai gelombang Intifadhah ketiga terjadi antara warga Palestina dengan militer Israel yang bersenjata lengkap di Betlehem, menewaskan seorang warga tewas dan 70an lainnya menderita luka-luka, Rabu (9/12/2015) lalu.

Bentrokan itu disebut sebagai buntut dari larangan Israel kepada warga Palestina mendekati situs Al Quds, yang dikeluarkan israel pada Oktober lalu.

“Beberapa bulan yang lalu hingga hari ini perlawanan rakyat Palestina melalui intifadah III terus berlanjut, dan PB HMI MPO mendudkung perjuangan tersebut. Hampir separuh abad rakyat Palestina menderita dalam pendudukan Israel, sumber kekeraasan di kawasan timur tengah, rakyat Palestina mengalami penindasan dan penghinaan di tanah mereka sendiri,” kata Ketua Umum PB HMI MPO, Muhamamd Fauzi, Sabtu (12/12/2015).

Selain itu, Muhamamd Fauzi juga menyerukan agar pemerintah Israel menghentikan pendudukan di wilayah Palestina. Menurut Fauzi, selama ini seolah-olah ada impunitas atas kejahatan-kejahatan Israel terhadap warga Palestina. Kurangnya tanggung jawab dan impunitas yang diberikan kepada zionis Israel oleh warga internasional turut menciptakan kondisi saat ini.

Saat ini, lanjutnya, Netanyahu menyatakan perang terhadap warga sipil palestina dengan menerapkan serangkaian kebijakan yang menindas. Membatasi akses rakyat palestina ke masjid Al Aqsa, meneruskan pembangunan pemukiman illegal, dan menolak hak-hak warga Palestina secara keseluruhan, termasuk berdaulat sebagai bangsa yang merdeka.

“Apa yang terjadi selama beberapa dekade terakhir di Palestina, semuanya bertentangan dengan hukum internasional. Namun, tanggapan internasional untuk beberapa hari terakhir jauh dari harapan. Kebanyakan hanya menyerukan untuk bernegosiasi antara zionis dan Palestina,” lanjutnya.

Negosiasi menurut Fauzi, bukanlah jalan keluar, Israel selalu melanggar kesepakan dan negosiasi yang di pernah disepakati selama ini. Masyarakat internasional diminta untuk tidak diam dan menyeret Netanyahu ke pengadilan internasional.

“Untuk mengakhiri pendudukan Israel sejak 1967 dengan melakukan pendudukan, penjajahan dan politik ala apartheid yang dilakukan oleh zionis Israel. Budaya impunitas ini harus diakhiri segera agar kejahatan  zionis tidak terulang lagi. Masyarakat internaasional harus memikul tanggung jawabnya dan menyeret Netanyahu ke pengadilan internaasional,” tegas Fauzi.