PEBAKREP Gelar Penerimaan Anggota Baru

HMINEWS.Com – Persatuan Bakat dan Kreatifitas Pemuda (PEBAKREP) Gowa membuka penerimaan anggota baru. PEBAKREP adalah sebuah organisasi pemuda yang berpusat di Gowa,  Sulawesi Selatan, yang fokus pada peningkatan bakat dan kreatifitas pemuda.

Anggotanya pun berasal dari berbagai latar belakang, mulai anak usia SMP, SMA, mahasiswa, hingga yang putus sekolah. Kkegiatan penerimaan anggota baru diselenggarakan dalam dua tahap; tahap pertama berupa pemberian materi dan olah fisik, sedangkan tahap kedua adalah pen-diksar-an.

Tahap pertama telah dilangsungkan pada 6 September 2015, bertempat di Mesjid Nurul Jannah, sedangkan tahap kedua  dilaksanakan pada 13 September 2015, bertempat di Kampung Beru, Gowa. Ketua Umum PEBAKREP, Zulkifli K.L. menuturkan alasan kehadiran organisasi ini.

“PEBAKREP hadir sebagai respon terhadap kemunduran kesadaran pemuda dari waktu ke waktu, khususnya di daerah gowa.”

Para pemuda yang tergabung di PEBAKREP diharapkan mampu berubah, minimal dari sisi pola pikir, karakter dan sikap menjadi lebih baik.

Problematika Bangsa adalah Tanggungjawab Kaum Muda

REFLEKSI HARRI LAHIRNYA SUMPA PEMUDA.

bSetiap zaman kaum muda memiliki tantangannya sendiri. Setiap tantangan zaman hanya perjuangan kaum muda yang masif , terorganisir, dan sistematis yang bisa menjawab dinamika bangsa dan negara. Oleh karena itu pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda  28 Oktober 1928, pemuda dan mahasiswa dibangunkan dari tidur panjangnya untuk mengingat kembali perjuangan pemuda dari zaman ke zaman dan pemuda kekinian didorong untuk merumuskan agenda-agenda yang strategis sesuai dengan tantangan zaman yang dihadapi.

Negara Indonesia tidak lahir begitu saja, tapi lahir dari perjuangan yang panjang, dan perjuangan barang tentu butuh pengorbanan. Oleh karena itu ruh kebangkitan dan kelahiran negara-bangsa itu kemudian direfleksi kembali sebagai bentuk terimakasih kita kepada pejuang-pejuang yang sudah mendahului menghadap Allah SWT.

Proses kelahiran bangsa Indonesia adalah merupakan buah perjuangan panjang rakyat yang selama ratusan tahun melawan intimidasi, diskriminasi, hegemoni dan dominasi penjajah. Kondisi ketertindasan inilah yang mendorong etos perjuangan masayarakat Indonesia dan khususnya para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat masyarakat Indonesia.

Pemuda Dan Tantangan Zaman.

Akhir-akhir ini pemuda sepertinya sudah bosan dalam perespon isu-isu kebangsaan dan ke-umatan. Seharusnya, dinamika ini menjadi ujian bagi pemuda di seluruh Indonesia. Penjajahan secara fisik mungkin sudah terlewati, tapi hari ini Indonesia berada dalam situasi yang darurat dan penjajahan yaitu penjajahan non fisik dan hal inilah yang tidak disadari oleh pemuda, padahal Indonesia sudah dikepung oleh kapitalisme global yang sudah memasuki seluruh sektor; ekonomi, politik, budaya, dan intervensi kebijakan yang berujung kepada ketidak berpihakan terhadap kepentingan masyarakat Indonesia. Kebijakan hanya perpihak dan melindungi koorporasi, ini salah satu fakta yang terjadi di negara ini yang membutuhkan keterlibatan gerakan kaum muda untuk menjawabnya.

Tidak boleh kita serahkan sepenuhnya mandat rakyat terhadap petinggi-petinggi negara sebab petinggi-petinggi negara banyak yang melakukan perselingkuhan dengan koorporasi, kapitalisme, dan ini merupakan wajah baru dan musuh utama kaum muda era-kekinian.

Situasi seperti yang saya gambarkan di atas itu merupakan bahan kaum muda untuk melihat kesakitan bangsa. Lalu pemuda meresponyan dengan gerakan seperti apa, yang jelas pemuda Indonesia harus menyatu dalam agenda kepentingan bangsa dan negara. Pengklaiman gerakan salah satu pemicu, tidak menyatunya gerakan kamu muda/mahasiswa dan ini adalah merupakan salah satu proplem internal kaum muda sehingga berimplikasi kepada lemahnya gerakan kaum muda dalam mengawal bangsa dan negara, padahal yang melakukan rekayasa untuk memasuki dunia pemuda/mahasiswa ada oknum-oknum yang sengaja melemahkan perjuangan dan pergerakan kaum muda, dan hari ini kaum muda/mahasiswa hanya sibuk dengan urusan yang tidak konstruktif, seperti tawuran antara mahasiswa dan mahasiswa lainnya, pada hah aktifitas itu tidak mencerminkan bagi kelompok kaum muda/mahasiswa.

Kaum Pemuda Menjawab Dinamika Zaman

Maju mundurnya bangsa Indonesia ada di tangan putra-putri Indonesia. Kaum muda lah yang menjadi penentu, sebagaimana contoh kemunduran Yunani, yang dahulunya dikenal sebagai bangsa yang banyak menghasilkan tokoh-tokoh intelektual, dan tradisi intelektual yang kemudian mencerminkan kaum muda Yunani, tapi hari ini disayangkan bahwa Yunani berada dalam situasi yang mundur. Tidak mungkin mundur begitu saja tanpa ada penyebabnya. Apa penyebab kemunduran Yunani? Tidak lain dan tidak bukan melainkan pragmatisme generasi mudanya.

Berangkat dari sejarah Yunani kaum muda Indonesia harus belajar dari sejarah runtuhnya peradaban-peradaban besar yang sudah tentu memiliki penyebab. Oleh karena itu Indonesia saat ini  memiliki kesamaan dengan Yunani dalam konteks kemunduran, hanya saja beda konteks dan kasus.

Akhir-akhir ini banyak kasus yang merugikan negara, yang seharusnya tanggungjawab moral bagi kaum muda untuk meresponnya. Untuk memperkuat gerakan kaum muda dalam merespon isu-isu nasional, pemuda harus menyatukan seluruh elemen gerakan karena hanya penyatuan kaum muda lah yang bisa mendorong keseriusan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK dalam menyelesaikan seluruh kasus yang terjadi di negara ini, dan kelemahan kaum muda untuk mengawal negara ini adalah saling mengklaim gerakan dan tidak ada satu isu sentral yang menjadi corong untuk disuarakan oleh gerakan kaum muda kekinian.

ABUBAKAR H. MUHTAR
Alumni Universitas Muhammadiyah Makassar
Mahasiswa Magister Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta
Pengurus Besar PB-HMI MPO Staf Komisi Pemuda dan Mahasiswa 2013-2015

Seminar Kepemudaan HMI Semarang Bersama Anies Baswedan

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang akan mengelar acara Seminar Kepemudaan bersama Anies Baswedan dengan mengusung tema “Saatnya Pemuda Memimpin Indonesia; Membangun Idealisme dalam Menyongsong Masa Depan Bangsa.”

Dalam kegiatan ini, diagendakan yang akan hadir sebagai pembicara adalah Anies Baswedan, Ph.D., Ganjar Pranowo, S.H. (Gubernur Jawa Tengah), dan Drs. Warsito, S.U. (Pembantu Rektor 3 UNDIP).

Acara ini akan dilaksanakan pada hari Ahad 3 November 2013, pukul 08.00-12.30 Wib di Gedung LPPU UNDIP. Panitia juga menyediakan fasilitas seminar kit, sertifikat, doorprize menarik sekaligus info tentang program Indonesia Mengajar.

Untuk para pemuda dan mahasiswa di Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi panitia dengan format pendaftaran: SEMDA_Nama_Universitas, kirim ke 085727285822 (Rina). Bagi peserta mahasiswa, kontribusi sebesar Rp 30.000 (2 orang Rp 50.000) dan umum Rp 50.000,.

Untuk keterangan lanjut bisa menghubungi nomor panitia atau datang ke sekretariat HMI Semarang di Jalan Wonosari Gang 1 Nomor 31A, Kalisari – Semarang.

 

Sumpah Pemuda Jilid 2 Dikumandangkan

HMINEWS.Com – Sumpah Pemuda jilid 2 dikumandangkan pemuda dari berbagai ormas kepemudaan di Bundaran HI, Jakarta, bertepatan dengan momen peringatan 84 tahun Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012.

Ikrar Sumpah Pemuda 2012 yang dikumandangkan merupakan teks Sumpah Pemuda 1928, yakni bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia, ditambah dengan ‘Berideologi satu ideologi Pancasila, bertekad dan mempertahankan UUD 1945 sesuai dengan naskah aslinya.’

Menurut Thoriq, naskah “Sumpah Pemuda 2012” itu mengandung makna melanjutkan militansi semangat pemuda 1928 sekaligus menyatukan diri untuk masa depan yang maju, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Melalui ikrar itu para pemuda ingin menegaskan bahwa saat ini erosi kebangsaan Indonesia sudah dalam keadaan akut. Karenanya pemuda harus siap menjadi pelopor bagi bangkitnya nasionalisme yang berjiwa lebih patriotik dengan berpegang teguh kepada ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Thoriq yang juga Ketua Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gepak) tersebut mengaku gelisah dengan hilangnya jati diri bangsa Indonesia akibat persoalan seperti tawuran sampai praktek korupsi yang merajalela dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Elemen pemuda yang tergabung di antaranya Perhimpunan 98, Pemuda LIRA, Pemuda Pancasila, Forum Mahasiswa Papua, dan Federasi Buruh Sekar Nusa. Bersatunya kaum muda diharapkan menjadi modal penting bagi masa depan bangsa dan memenangkan kompetisi di dunia. []

Pemuda Tual, Rayakan HUT RI Dan Aksi Dukung Palestina

HMINEWS.Com – Sejumlah organinasi yang tergabung dalam Solidaritas Koko Evav Untuk Al-Quds menggelar aksi damai. Aksi dilakukan sekaligus memperingati hari kemerdekaan RI, Jum’at 17 Agustus 2012 di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Adapun organisasi yang tergabung dalam aksi damai tersebut antara lain HMI MPO Cabang Tual-Maluku Tenggara, Gerakan Pemuda Kabah, KaCUnk, FINE Malang, IMEJ-Jakarta, Kapilah, Laskar Beat Tulak, Pemuda Wandan, FIMM, HIPMI Makassar, E-Club, KoWat, dan IKAMALRA-Tual Jogjakarta.

Sebelumnya pada Kamis malam (16/8/2012) pukul 21.00-01.00, menggelar mimbar bebas untuk kemerdekaan sejati, acara mimbar bebas tersebut di laksanakan di Taman Kabupaten Maluku Tenggara dengan pentas puisi, prosa, dan lagu-lagu panggung.

Menempuh rute dari Masjid Agung Al-Huriyah 45 Tual, melewati jalan Pattimura, Tugu Pemekaran Kota Tual dan finish di taman Kabupaten Maluku Tenggara.

Selain aksi Al-Quds, sebagai dukungan moril, diadakan doa bagi kemerdekaan Palestina. Pada aksi ini juga kader-kader HMI MPO Cabang Tual-Malra membagikan selebaran dan lembar donasi untuk bantuan kemanusia muslim Rohingya, Myanmar.

Malik