HMI Jakarta: Pilkada DKI Bersih Atau Boikot

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI – MPO) Cabang Jakarta mengecam tindakan-tindakan provokatif jelang Pilkada DKI Jakarta putaran 2. Hal itu masih terus berlanjut, HMI MPO Jakarta akan menyerukan boikot Pilkada.

“Kami mengutuk tindakan-tindakan provokatif yang dapat memecah belah harmonisasi kehidupan masyarakat DKI Jakarta yang majemuk yang dilakukan oleh pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta dan tim sukses,” kata koordinator aksi, Anyonk.

Aksi dilakukan di depan kantor KPU DKI Jakarta, Sabtu (1/9/2012) oleh kader HMI MPO Jakarta dan pelajar. Lebih lanjut mahasiswa Universitas Islam Jakarta tersebut menyerukan agar masyarakat DKI Jakarta tidak terprovokasi kampanye yang memecahbelah.

Menurutnya, aksi tersebut juga bertujuan mendorong profesionalisme KPU DKI Jakarta dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, mencegah segala bentuk pelanggaran yang terjadi. []

Timses Foke Introspeksi Diri

HMINEWS.Com – Pemilukada DKI Jakarta 2012 putaran kedua makin seru. Dua kubu tim sukses Jokowi-Ahok dan Foke-Nara berjanji menurunkan formasi strategi terbaik. Berbeda dari ’babak penyisihan’ atau putaran pertama Rabu, (11/07) lalu.

”Kita (tim sukses Foke) tidak membuka semua strategi kemenangan Foke-Nara dulu ke media. Kita fokus berkonsilidasi, berkoordinasi, dan mengevaluasi kinerja di putaran pertama kemarin. Terlepas dari hasil terakhir di putaran pertama yang membuat kita sedih, di luar prediksi dan itu membuat kita kaget,” ujar tim sukses Foke, Erwin H Al-Jakartaty di posko kemenangan Foke-Nara di jalan Dipononigoro, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012).

Menurutnya, apa yang diperoleh tim Foke-Nara di putaran pertama adalah ujian menjelang bulan Ramadhan supaya berintropeksi diri. Mungkin Foke dianggap terlalu percaya diri dan isu itu dijadikan senjata oleh ’lawan’ politik di putaran pertama.

Ia pun menjelaskan, dirinya dan kawan relawan Foke-Nara mengintrospeksi diri dengan melakukan perombakan kinerja. Semua tim sukses turun ke bawah, khususnya Foke-Nara turun langsung ke masyarakat.  Mendengarkan aspirasi warga dan lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, pihaknya akan fokus bekerja dan terus tersenyum.

”Karena alasan itu saya tidak tertarik membahas ’fitnah’ yang diembuskan oleh beberapa pihak bahwa tim sukses Foke melakukan black campaign. Karena pihak Foke tidak akan pernah mengagendakan strategi kampanye seperti itu. Foke sebagai Gubernur DKI Jakarta tak mungkin melakukan hal tersebut. Apalagi Foke tokoh yang disimbolkan sebagai kaum pluralis,” lanjutnya.

Ia curiga isu SARA yang berhembus berasal dari pihak lawan atau bahkan pihak ketiga.  “Di dunia politik, apa saja bisa dilakukan untuk memenangkan pemilu,” sambung Commandante Blueforces Indonesia Next Generations, sebuah organisasi pemuda yang mendukung Foke-Nara ini.

Pihak Foke akan menggarap massa mengambang yang jumlahnya mencapai 2,5 juta suara, yang tidak dikerjakan secara serius di putaran pertama. Sedangkan basis massa suara Foke-Nara yang digarap serius di putaran pertama, namun tidak mendapatkan hasil optimal, akan tetap digarap di putaran kedua.

”Koalisi yang akan kita bangun adalah koalisi rakyat untuk melanjutkan pembangunan Jakarta yang sudah berjalan. Jangan sampai pemimpin Jakarta ke depan memiliki kepentingan politik. Seperti tage line Jakarta Baru. Jakarta Baru seperti apa yang diinginkan?” tanya Erwin.

Hati HMS

Timses: Black Campaign Akan Untungkan Jokowi

HMINEWS.Com – Setelah KPUD DKI Jakarta mengumumkan pasangan calon gubernur yang menjadi ’finalis’ putaran kedua. Tim sukses kedua pasangan saling serang dan adu strategi. Baik dari pihak Foke, maupun Jokowi mengungkapkan akan memakai strategi jitu. Berbagai jurus politik dan potensi akan dioptimalkan untuk memenangkan jagoan masing-masing.

Salah satu Tim Sukses Jokowi, yang juga Sekjen Pengurus Pusat (PP) Baitul Muslimin Indonesia, Noermansyah Tanjung mengungkapkan strategi yang akan dipakai pada putaran kedua tetap sama. Seperti berkunjung ke pasar tradisional, Jokowi banyak tersenyum, dan ke perumahan kumuh tetap dilakukan sebagai karakter Jokowi yang merakyat.

Ia mengatakan putaran kedua kali ini tidak semudah dibayangkan karena pihak Fauzi Bowo menggunakan seluruh kemampuan terbaiknya memenangkan pertarungan. Karena itu, tim Jokowi akan menggunakan strategi sedikit berbeda yang belum bisa dipublikasikan ke media. Dari situ sedikit pembeda antara pertarungan putaran pertama dan di-grand finalist.

”Kemenangan (Jokowi) sebagai bukti bahwa masyarakat DKI Jakarta ingin perubahan. Mereka ingin keluar dari rutinitas permasalah Jakarta. Masyarakat tidak melirik tokoh-tokoh besar di balik iklan pasangan incumbent, mereka lebih memilih pasangan yang memberi bukti. Dan itu ada di sosok Jokowi-Ahok,” jelas Noermansyah, yang juga Sekjen Kahmi Pusat ini, Kamis (19/7/2012).

Ia mengakui kemenangan Jokowi di putaran pertama mengagetkan banyak orang. Pasalnya, pasangan ini kerap diisukan SARA. Selain itu, dari berbagai survei yang dirilis pasangan Jokowi-Ahok kerap berada di peringakat dua dan tiga. Namun, dengan banyaknya isu SARA yang dimainkan seolah pasangan lain. Seolah-olah Jokowi didzalimi. Dan kesempatan emas itu dimanfaatkan tim Jokowi-Ahok, kata Noermansyah.

Noermansyah juga mengatakan, sejarah mencatat orang yang didzalimi akan memenangkan pertarungan politik seperti saat terpilihnya SBY sebagai Presiden.

Black campaign yang dilakukan pihak lain akan menguntungkan pasangan kita, karena masyarakat sudah cerdas. Barang dagangan seperti itu tidak laku lagi di era sekarang. Dan serangan seperti itu akan lebih memudahkan memenangkan putaran kedua, apalagi saat ini momentumnya Jokowi, bukan yang lain. Di mana-mana sudah Jokowi. Kotak-kotak. Kami rasa kita sudah jadi pemenang, tinggal kita berdoa, bersabar dan bekerja,” kata Noermansyah, bersemangat.

HATI HMS