PP KAUMY: Ahok Hembuskan Isu SARA

HMINEWS.COM, Jakarta- Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengatakan Al-quran surat Al Maidah ayat 51 hanya untuk membohongi umat Islam, terus menuai kecaman dari masyarakat dan organisasi Islam. salah satunya datang dari Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PP KAUMY).

Ketua umum PP KAUMY, Yogie Maharesi,  menilai bahwa pernyataan Ahok menyimpang dan tendensius. “Ahok menabuh isu SARA dengan tendensi yang membahayakan bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Dia tidak lagi mengindahkan kehormatan ajaran Islam. Ini tidak bisa diterima,” Kata Yogie, Juma’t (07/10/2016)

Yogie juga menambahkan bahwa ia harus memberikan contoh attitude kepemimpinan yang dapat diteladani, dalam mengayomi seluruh unsur masyarakat.

“Bangsa ber-Bhinneka sebesar Indonesia berada dalam bahaya ketika pemimpin ibu kotanya tidak sensitif terhadap isu SARA dan malah justru menghembuskannya, Perilaku Ahok menyimpang dan sangat disesalkan”, Tegas Yogie.

Oleh karenanya, ia mengatakan bahwa PP KAUMY mendorong agar etika publik dapat dijaga oleh semua pihak, terlebih di DKI Jakarta yang tengah menyongsong pilgub.

“Kita ingin semua pejabat dan tokoh berperan dalam mendidik dan membangun adab yang baik bagi masyarakat. Jangan malah memberi contoh buruk dan memecah belah kehidupan berbangsa”, Sesalnya.

Massa Golkar Bebas Pilih Foke Atau Jokowi

HMINEWS.Com – Partai Golkar membebaskan kadernya di wilayah DKI Jakarta dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putara kedua, 20 September mendatang, antara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan Jokowi-Ahok.

“Ke rakyat. Saya serahkan saja pada pemilih,” jawab Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie kepada wartawan dalam acara buka puasa bersama di DPP Golkar, Slipi Jakarta Barat, Sabtu (28/7/2012).

Ical, begitu panggilan calon presiden dari Partai Golkar tersebut, berharap berharap masyarakat khususnya basis Partai Golkar bebas menentukan dukungan. “Biar aja rakyat. Saya harapkan mereka datang ramai-ramai ke tempat pemungutan suara memberikan suaranya,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Tohari.  “Partai tidak akan berikan dukungan secara resmi kepada calon gubernur yang mana pun,” tandasnya.

Keputusan tersebut diambil karena Partai Golkar melihat pemilih pada Pilkada DKI Jakarta menggunakan hak pilih secara rasional dan independen, serta berdasar harapan dan pandangan politik masing-masing  pemilih.

Fathur

Tidak Ada Aturan, Pencalonan Incumbent Rawan Korupsi dan Manipulasi

HMINEWS.Com – Tidak adanya aturan pemimpin daerah incumbent yang mencalonkan diri kembali membuka celah korupsi dan manipulasi. Dan dalam prakteknya terjadi bias terhadap tugas dan kewajiban incumbent sebagai pemimpin daerah dan sebagai calon kepala daerah.

“Yang salah adalah undang-undangannya. Coba regulasinya jelas menyebutkan bahwa gubernur-wakil gubernur dan bupati dan wakil bupati yang ingin kembali maju diwajibkan mengambil cuti,” ujar anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Ruddin Akbar Lubis di sela-sela buka puasa bersama Menpora Andi Mallarangeng, Selasa (24/07/2012).

Dengan ketidakjelasan itu menimbulkan terjadinya banyak korupsi dan penyelewangan. “UU (Kepala Daerah) kita banci. Sehingga DPRD di seluruh Indonesia bukan macan ompong lagi, tapi sekarang berubah menjadi macan yang tidak berkepala,” tambahnya.

Alasan itu, kata Ruddin Akbar Lubis, DPRD se-Indonesia tidak mampu membuat regulasi yang tegas sesuai kebutuhan masyarakat. Karena DPR RI dan Presiden tidak tegas mengawal pemberlakuan undang-undang penyelenggaraan negara. Sedangkan Peraturan Pemerintah (PP) kerap mengebiri fungsi undang-undang itu sendiri.

Di mana undang-undang, terang Ruddin, hanya terlihat hebat di atas kertas. Namun tidak ada realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Masyarakat masih tetap miskin dan penuh permasalah pelik.

”Padahal, fungsi lembaga legislatif ada tiga. Fungsi legislasi, ada lembaganya. Fungsi anggaran, juga sudah ada lembaganya. Dan hebatnya lagi, fungsi pengawasan yang belum ada lembaganya, tapi bisa bekerja,” ujarnya tertawa.

Hati HMS

Penghitungan Suara Selesai, Jokowi-Fauzi Ke Putaran 2

HMINEWS.Com – Pasangan Jokowi-Ahok dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli resmi maju ke putaran 2 Pilkada DKI Jakarta dengan selesainya penghitungan suara oleh KPU. Total suara sah 4.336.486 suara, tidak sah 93.047 suara.

Pasangan nomor urut 1, Fauzi Bowo-Nachrowi memperoleh 1.476.648 suara, sedangkan pasangan nomor urut 3, Jokowi-Ahok mendapatkan 1.847.157 suara.

Sementara pasangan calon lain masing-masing, Hidayat-Didik mendapat 508.113 suara, Faisal-Biem dengan 215.935 suara, Alex-Nono 202.643 suara, dan Hendardji-Riza Patria 85.990 suara.

Hasil rekapitulasi digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (19/7/2012) sore. Dengan demikian, pasangan Jokowi-Ahok dan Fauzi-Nachrowi akan maju ke putara 2 pada 20 September mendatang. []