Razia Jelang Puasa, 21 PSK Terjaring

HMINEWS.Com – Sebanyak 21 pekerja seks komersial (PSK) ditangkap dalam razia yang digelar Polisi Pamong Praja Purwakarta bersama TNI dan Polri. Operasi itu merupakan upaya menegakkan Perda 13 tahun 2007 tentang larangan operasi hiburan malam dan hotel selama bulan Ramadhan.

Razia menargetkan wilayah Cilodong, Jalan Baru menuju Cikampek dan Kopo, dan dimulai pukul 21.00 Wib, dipimpin langsung Kasidaop Bayu Permadi. Sempat terjadi kejar-kejaran dengan para PSK di perkebunan jati dan petak umpet di sejumlah hotel serta warung remang-remang.

“Kami meringkus para PSK ini adalah upaya menertibkan dan menegakkan Perda sesuai undang-undang yang berlaku demi menciptakan suasana kondusif, terutamanya memberikan ketenangan di bulan Ramadhan ini. Kami juga mentertibkan sejumlah hotel dan wisma yang disinyalir menampung pasangan gelap atau belum sah,” kata Bayu Permadi.

Kasubag TU, Wahyu Mulyana memaparkan, dari sekian yang terjaring razia terdapat dua pasangan yang merupakan remaja belum menikah yang menginap di hotel.

“Semuanya kami data dan sementara ini kami memberikan pengarahan agar pelaku mendapati efek jera dan saya harap tidak ada lagi pelanggaran yang sama atau kami akan memberikan peringatan yang lebih tegas jika kembali tertangkap di kemudian hari,” tegasnya.

Sebelum itu pada Kamis pagi, Polres Purwakarta menggelar operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) dan berhasil mengamankan 80 preman, 2 pengedar ganja. Sementara ratusan botol minuman keras dari warung remang-remang sampai pedagang keliling tanpa izin.

Asep Riyadi

Mayoritas Ormas Setuju Mulai Puasa Sabtu

HMINEWS.Com – Pemerintah menetapkan awal puasa adalah hari Sabtu 21 Juli 2012, didasarkan pada alasan bahwa bulan belum terlihat pada Kamis petang.

“Hilal tidak bisa dilihat, karenanya 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012 Masehi,” kata Menteri Agama, Suryadharma Ali dalam sidang itsbat di Kementerian Agama, Kamis (19/7/2012).

Keputusan pemerintah tersebut diterima sebagian besar Islam yang hadir pada ormas yang menerima keputusan tersebut ada Nahdhatul Ulama (NU), Dewan Da’wah, Wahdah Islamiyah, Al Irsyad, Persatuan Islam (Persis) dan lainnya.

Sementara mengenai kesaksian tim pemantau hilal di Cakung-Jakarta Timur, lembaga seperti Lajnah Falakiyah PBNU meragukan kesahihannya. Meski para anggota tim ru’yah di Pesantren Husainiyah Cakung tersebut, yaitu Ustadz HM Labib, Ustad Afriano, Nabil SS dan Ustad M Yusud telah disumpah melihat hilal selama 4 menit pada pukul 17.53 dengan ketinggian 3,5 derajat berdasarkan metode sullam.

” Lajnah Falakiyah PBNU, mempertanyakan bagaimana mungkin di Cakung bisa melihat hilal, padahal pada jam itu wilayah Jakarta belum masuk waktu Maghrib. Saya meragukan kesahihah hasil pemantauan di Cakung,” ujar Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, KH A Ghazalie.

Sedangkan ormas yang menerima kesaksian yaitu Front Pembela Islam (FPI) dan An-Najatul Islamiyah, dan dengan demikian kedua ormas memulai shalat tarawih dan puasa berbarengan dengan ormas Muhammadiyah yang memakai metode hisab (perhitungan). []

Meriahkan Ramadhan, KNPI Jakarta Timur Gelar Festival Beduk

HMINEWS.Com – Beragam cara untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan, sekaligus peringatan Hari Kemerdekaan RI. Salah satunya seperti dilakukan Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jakarta Timur yang akan menggelar Festival Beduk Nusantara.

Kegiatan tersebut mengikutsertakan pengusaha pribumi, dengan mengambil peran sponsorship sebagai bukti kepedulian pada budaya Indonesia. Selain itu, acara dirangkaikan dengan dzikir dan tabligh akbar bersama para habaib, unsur pemerintah dan masyarakat.

Menurut ketua panitia, Muhammad Husen, kegiatan tersebut akan diadakan pada malam Nuzulul Qur’an, yang bertepatan dengan tanggal 16 Agustus 2012. Acara akan berlangsung di Kelurahan Pondok Kopi, tepatnya di BKT (Banjir Kanal Timur) RT 008/03.

 “Kami dari panitia Festival Beduk Nusantara menerima peserta lomba bedug dengan menghubungi saya di 081908148921. Bisa melalui SMS atau telepon langsung,” ujar Husen, Kamis (19/7/2012).

Ketua DPD II KNPI Kota Administrasi Jakarta Timur, Benny Wijaya mengatakan, kegiatan tersebut untuk melestarikan kembali budaya yang mulai ditinggalkan. Di mana anak muda Islam saat ini lebih tertarik dengan budaya luar, gaya Barat. Sehingga budaya leluhur seperti memukul bedug sebagai kesenian bangsa sudah mulai hilang.

”Pemuda Indonesia saat ini harus bisa memanfaatkan potensi, kondisi dan situasi yang ada untuk kemajuan diri dan organisasinya. Karena itu kita perlu melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masa depan kita. Karena setiap kegiatan positif, pasti berguna bagi yang ingin mengambil pelajaran dari kegitatan itu. Dari tujuan itu, teman-teman (Pengurus PK KNPI se-Jakarta Timur) bisa memperoleh manfaat dari setiap kegiatan yang dilakukan,” ujar Benny Wijaya, dalam rapat dengan pengurus PK KNPI Kecamatan se-Jakarta Timur, Rabu malam.

HATI HMS

Kontrol Harga Sembako, Pemerintah Bisa Tiru Suharto

HMINEWS.Com – Setiap menjelang puasa dan lebaran harga kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan. Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok ini merupakan masalah yang cukup sulit karena sudah menjadi tradisi jika menjelang puasa dan lebaran. Masyarakat disulitkan dengan kondisi itu.

Kenaikan tersebut seolah tak terelakkan, mengingat permintaan akan kebutuhan pokok memang naik, dengan tidak disertai kesiapan pasokan, sehingga sesuai hukum pasar, harga naik.

”Dari kondisi itu seharusnya pemerintah mengambil langkah konkrit untuk mencegah kenaikan harga yang sangat signifikan. Apalagi naiknya sangat besar, tentu menyulitkan masyarakat miskin. Kondisi ini yang harus diperhatikan oleh Pemerintah,” ujar mantan Ketua Umum PB HMI, Muhammad Chozin via telp pada wartawan hminews, Kamis (19/7/2012).

Menurut Chozin yang juga salah satu pendiri Suluh Nusantara tersebut, di era Soeharto, pemerintah mengontrol harga kenaikan kebutuhan pokok melalui radio dan media lainnya, sehingga tengkulak, spekulan dan distributor nakal tidak memainkan harga.

”Pemerintah pusat perlu berkoordinasi dengan Pemda di daerah untuk mengontrol kenaikan kebutuhan pokok. Karena Pemda yang lebih mengetahui permasalahan di lapangan. Pemda juga yang lebih mengetahui perkiraan angka peningkatan permintaan atas bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat di daerahnya masing-masing,” tandasnya.

Hati HMS