HMI Semarang Dampingi Warga Save Rembang

gjrHMINEWS.Com – Bersama warga Pantura Jawa Tengah, kebanyakan ibu-ibu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Semarang berunjukrasa menolak pendirian pabrik semen di Rembang. Aksi ini digelar dua hari berturut, Rabu-Kamis (17-18/12/2014) di PTUN Semarang dan di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Sejumlah aktivis HMI MPO Semarang membawa sulisan ‘SAVE REMBANG’, memakai topeng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengusung boneka monster, dan menggelar aksi teatrikal di jalanan, menyuarakan derita warga Rembang yang terancam dirampas haknya serta terancam kerusakan lingkungan mereka.

Ketua HMI MPO Semarang, Rina Sunia Setya, menyatakan bahwa rencana pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang mengancam kelestarian lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar. Ia membacakan puisi ‘Bumi Merintih Penguasa Tertawa Rakyat Melawan’ untuk menggambarkan masalah yang tengah membelit warga Pantura Jawa Tengah itu.

20141218_105927[1]“Kalau dibangun di perbukitan, dampak lingkungan akan sangat besar. Akan memicu terjadinya longsor, hilangnya persediaan air untuk masyarakat sekitar. Pembangunan pabrik semen ini juga menyerobot tanah pertanian, nantinya para petani yang menggarap lahan mereka lantas mau dijadikan burhu pabrik?” ujar Rina dalam aksinya di PTUN Semarang, Jalan Abdurrahman Saleh 89, Rabu (17/12).

Aksi penolakan ini juga banyak diikuti warga Pati, Semarang dan sekitarnya yang sebelumnya telah berhasil mencegah pendirian pabrik semen di daerah mereka masing-masing. Selain HMI MPO Semarang, LBH Semarang, Walhi Jawa Tengah dan Nebula UNDIP turut mengawal aksi besar-besaran oleh warga ini.

Noor Laila