PB HMI Nilai Kekerasan Terhadap Guru di Gresik Coreng Wajah Pendidikan

HMINEWS.COM, Peristiwa murid mencekik guru di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi sangat viral di media sosial.

Ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan PB HMI (MPO) M Hatta Sahib Budang menilai peristiwa seperti yang terjadi di SMP PGRI Wringinanom telah mencoreng wajah pendidikan tanah air meskipun kedua belah pihak sudah didamaikan dan sang murid sudah meminta maaf secara langsung kepada sang guru.

Menurut Hatta, fenomena seperti itu bukanlah fenomena baru. Pasalnya, hal serupa juga terjadi di SMP Negeri 2 Takalar, Sulawesi Selatan, dimana para siswa tega memaki dan memukuli petugas kebersihan di sekolahnya. Tak hanya itu, mereka justru dibantu orang tua mereka datang memukul petugas itu.

Menurut dia, hal seperti itu tak semestinya dilakukan murid seorang murid pada guru. Krena mereka adalah orangtua kedua di lingkungan sekolah. Seharusnya mereka dihormati bukan malah diperlakukan secara tidak baik dan kasar.

“Ini mencoreng wajah pendidikan kita. Guru mendidik dan membina untuk menjadi murid lebih baik, dan saling menghormati dan menjaga etika dan sopan santun. Guru adalah orang tua kita di sekolah, karena adanya guru kita saling mengenal dan menghormati kepada yang tua,” kata Moh. Hatta Sahib Budang di Jakarta, Senin (12/2/2019).

Hatta, pun memandang peran orangtua sangat penting dalam mengawasi anak-anak mereka. Terlebih dalam waktu dekat siswa akan menghadapi Ujian Akhir Nasional.

“Mari kita bangun suasana yang tenang, suasana belajar di rumah. Suasana yang nyaman untuk anak-anak kita. Saya berharap, kita sebagai orangtua menghindari hal-hal yang bisa menggangu ketenangan persiapan anak dalam menghadapi Ujian Nasional,” harapnya.

Selain itu, orangtua juga semestinya memantau lingkungan pergaulan anaknya setelah mereka pulang sekolah. Selain itu, sejak mereka keluar rumah berangkat ke Sekolah harus diperiksa semua barang bawaan mereka untuk menghindari adanya benda-benda yang mereka bawa melanggar aturan sekolah.

“Orang tua perlu mengontrol anak-anak sebelum berangkat sekolah, menjaga kemungkinan dalam tas ada rokok atau barang-barang terlarang, dicegah sebelumnya, jangan sampai mempermalukan orang tua dan menimbulkan masalah di sekolah,” pungkasnya.[]

Kemendikbud Gandeng Kementerian PU Atasi Lintasan Berbahaya bagi Pelajar

HMINEWS.Com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan masyarakat akan bergandengan tangan melakukan ikhtiar bersama. Melalui ikhtiar ini Pemerintah meminta bantuan kepada para kepala sekolah, para guru, para orangtua dan masyarakat umum untuk melaporkan lintasan-lintasan berbahaya, penuh risiko yang harus diperbaiki dan mengharap juga laporan atas lintasan-lintasan yang telah rusak dan bisa mencelakakan anak-anak kita. Laporan ini bisa disampaikan melalui kanal sahabat.kemdikbud.go.id.

Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi Kemdikbud dan Kemen-PUPR untuk segera merespon dan melakukan langkah-langkah nyata di lapangan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari risiko kecelakaan.

“Pemerintah menyadari pentingnya keselamatan anak-anak kita, baik di sekolah maupun di perjalanan menuju ke sekolah dan pulang ke rumah. Banyak lintasan berisiko tinggi yang ditempuh anak-anak kita menuju ke sekolah,” tulis rilis yang ditandatangani Mendikbud Anies Baswedan dan Menteri PU&PR, Basuki Hadimuljono, yang diterima hminews, Jum’at (13/3/2015).

Mendikbud, walaupun menyatakan rasa salut dan bangga melihat keberanian dan determinasi anak-anak Indonesia melewati lintasan seperti berbahaya, tapi risiko seperti ini tidak seharunya terjadi.

“Tidak boleh anak-anak kita merisikokan keselamatannya dalam usahanya meraih pendidikan. Kita salut pada orangtua, para pembimbing dan warga sekitar yang menuntun anak-anak melintasi lintasan-lintasan penuh resiko itu,” lanjutnya.

Mungkin karena hal ini sudah dijalani bertahun-tahun bisa jadi bagi sebagian orang tua dan lingkungan lintasan itu tak terasa lagi sebagai lintasan dan perjalanan yang penuh risiko, tapi sebenarnya ini perlu dihindari.

Ini merupakan ikhtiar negara untuk hadir di tengah rakyat. Oleh karenanya warga masyarakat dimohon untuk menyebarkan kabar ini. Sekali lagi, aduan/ laporan bisa disampaikan secara online ke sahabat.kemdikbud.go.id.