PB HMI Hadiri Konferensi ke-28 Persatuan Islam Internasional di Iran

HMINEWS.Com – Dua minggu lalu digelar Konferensi Sunni-Syiah ke-28  yang diadakan selama empat haridi Iran. Dihadiri sekitar 300 peserta dari 36 negara di 5 benua.

Adapun konferensi ini sendiri terbagi dalam empat persidangan. Ada sidang umum yang melibatkan semua utusan delegasi negara, sidang delegasi pemuda membahas isu-isu terkini dalam konteks pelajar, mahasiswa dan pemuda. Sidang pembahasan isu-isu strategis di negara Islam yang sedang berkembang, serta sidang khusus kaum perempuan membahas isu-isu kaum perempuan di negara berpenduduk Islam dan dunia.

Konferensi dibuka pada Rabu,  7 januari 2015 pagi di International Convention Center, Tehran- Iran, oleh Presiden Iran Hasan Rouhani. Dalam sambutannya Rouhani mengatakan pentingnya negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim untuk mengembangkan teknologi, memajukan perekonomian dan meningkatkan sumberdaya manusia. Hal ini agar kita tidak tertinggal dalam percaturan global.

Usai pembukaan, acara dilanjut dengan Pidato pandangan dari ulama perwakilan negara-negara yang hadir. Indonesia diwakili oleh DR. Zuhairi Misrawi.

“Di negara Indonesia dengan jumlah pemeluk Islam sebanyak 185 juta jiwa hidup damai berdampingan dengan pemneluk lainnya. Bahkan di kalangan Islan sendiri tradisi Sunni hampir sama dengan tradisi Syiah, misal saja tahlil, yasinan, sholawat. Jadi Islam di negara kami sangat toleran,” ucap Zuhairi.

Sedangkan dalam sidang kedua yang membahas permasalahan pemuda, Puji Hartoyo selaku Ketua Umum PB HMI-MPO diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangannya.

“Kita sebagai pemeluk Islam yang hidup dalam zaman ini dimana Islam sedang marak dikampanyekan menakutkan, keras dan intoleran. Maka kita sebagai generasi pemuda Islam harus mengampanyekan Islam dengan ajaran yang damai, toleran, dan berprestasi,” kata Puji.

Cara positif itu, paparnya, bisa dengan membuka dialog lintas, kerjasama, dan membuat karya-karya kontributif.

Selain persidangan acara konferensi tersebut juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengunjungi makam tokoh kharismatik sekaligus penggerak revolusi Islam Iran, Ayatullah Khomeini. Setelah itu kemudian keesokan harinya pada Jum’at, 9 januari 2015 panitia mempertemukan para peserta dari semua utusan negara berkunjung ke kediaman Pimpinan Spiritual tertinggi di Iran saat ini yakni Ayatullah Ali Khamenei di pusat Kota Tehran.