58 Calon kader Ikuti Batra HMI MPO Komisariat UMT

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Komisariat Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menyelenggarakan Latihan Kader 1 atau basic training (batra). Acara ini diadakan di Pemondokan Mang Asep di Gunung Salak, Bogor, dan dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI MPO Cabang Tangerang, Faridal Arkam, Jum’at (23/10/2015).

Training ini diikuti 58 calon kader HMI dari berbagai kampus di Tangerang, seperti kampus Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), UMT, STMIK Raharja, STKIP Muhammadiyah dan STAI La Royba. Meski ini hajatan HMI Tangerang, namun sejumlah pengurus HMI Cabang Bogor turut hadir dan bahkan mengisi acara.

“HMI adalah salahsatu organisasi paling depan dalam melakukan kaderisasi pada setiap anggotanya, sehingga semua jenjang yang harus dilalui pada HMI, seperti menjadi anggota, menjadi pengurus, dan sebagainya harus melalui jenjang pendidikan,” kata salah seorang pemateri, Iwan setiawan.

Oleh karenya, lanjut dia, maka HMI menjadi organisasi kader yang banyak menyumbangkan anggotanya pada organisasi sosial kemasyarakatan, partai politik, dunia perguruan tinggi, birokrasi, dunia usaha, dan berbagai bidang lainnya. Karena sifatnya yang independen, tidak terikat dengan organisasi dan partai manapun.

“Disinilah letak kekayaan dan keunggulan kader-kader HMI, dimana cenderung diterima di semua kalangan organisasi dan masyarakat umumnya. Untuk lebih majunya HMI kedepan maka kader HMI harus melakukan pembaharuan sesuai dengan situasi dan lingkungannya. tegas Ketua Komisi Hubungan Internasional PB HMI,” sambungnya lagi.

Sementara itu, Ketua HMI Komisariat UMT, Sumani, mengatakan bahwa dirinya selaku Ketua Komisariat, akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan perkaderan, dalam rangka meningkatkan kualitas kader-kader HMI di Universitas UMT khususnya.

Ketua Panitia, Esman SS, mengharapkan agar seluruh peserta dapat mengikuti acara ini dari awal sampai dengan akhir, sehingga ilmu yang diperoleh di LK I ini utuh dan dapat diterapkan dalam hidup dan kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus UMT khususnya dan umumnya kampis-kampus yang hari ini ikut Latihan Kader tingkat 1. (FAM)

HMI Tangerang Dukung Pemkot Tegakkan Perda Miras

HMINEWS.Com – Kasus tempat karaoke Inul Vista di Kota tangerang pasca penyegelan oleh Pemkot Tangerang melebar. Pihak Inul Vista menggugat Pemkot Tangerang dan wartawan atas tuduhan pencemaran nama baik. Menyikapi hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Tangerang Raya menyatakan dukungannya terhadap Pemkot dan Satpol PP Kota Tangerang.

“Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Tangerang Raya mendukung penuh upaya Pemkot Tangerang dan Satpol PP yang  telah menyegel tempat karaoke tersebut yang kedapatan menyediakan minuman keras di dalamnya,” kata Khotibyani, Selasa (20/1/2015).

Khotib menyatakan seharusnya pihak Inul Vista tahu bahwa di Kota Tangerang ada Perda yang melarang penjaulan miras, juga melarang pelacuran. Tetapi tampaknya pihak Inul Vista mengabaikan Perda tersebut.

“Seharusnya pihak Inul Vista meminta maaf kepada masyarakat Kota Tangerang karena sudah mencederai apa yang sudah menjadi ketentuan di Kota yang mengusung motto sebagai Kota Akhlaqul Karimah. Tapi bukannya meminta maaf kepada masyarakat dan Pemkot Tangerang, Inul Vista malah menggugat balik, padahal sudah jelas pihak Inul yang salah,” tambahnya.

HMI MPO Tangerang Raya Berjanji akan terus mendukung Pemkot Tangerang khususnya dalam mengawal Perda 7 dan 8 sehingga Kota Tangerang benar-benar bebas dari miras dan pelacuran.

HMI MPO Tangerang Kritik Dugem Massal Pelajar SMAN1 Tangerang

mpo tangerangHMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Tangerang Raya menyayangkan acara dugem ratusan pelajar SMAN 1 Kota Tangerang pada malam penutupan pentas Seni Smanitra Cup 12. Hura-hura oleh pelajar yang direstui pihak sekolah seperti itu dinilai mencederai visi Kota Tangerang ‘Berakhlaqul Karimah.’

Joget bareng itu dipandu DJ Yasmin, dan diikuti sekitar  500 pelajar, putra-putri. Dimulai sekitar pukul 19:00 lewat dalam sorot lampu temaram di GOR Dimyati Kota Tangerang, Ahad (26/10/2014).

“Katanya Kota Tangerang ini dikenal dengan visi Akhlaqul Karimah, tapi para pelajarnya justru dikenalkan dengan budaya dugem, ini kan kontradiktif,” kata Ketua HMI MPO Tangerang Raya, Faridal Arkam.

Farid menyarankan agar para pelajar mulai belajar memaknai visi akhlaqul karimah yang sudah dicanangkan sejak Kota Tangerang dipimpin Wahidin Halim.

Acara ini merupakan penutup dari rangkaian acara tahunan yang kali ini diikuti sekitar 60 sekolah se-Kota Tangerang. Sebelumnya, siang pukul 12:30, berlangsung grand final futsal dan grand final bola basket. Perlombaan lainnya meliputi lomba tari, rally photo, dan lainnya.

Kepala SMAN 1 Tangerang, Prastowo, menyatakan bahwa acara joget-joget tersebut memang sudah direncanakan, tetapi dengan sejumlah ketentuan.

“Memang acara hiburan musik itu sudah terencana. Tetapi sebelumnya ada pembicaran internal, kita minta tidak boleh ada rokok, minuman keras, tidak boleh melanggar norma-norma dan harus dalam pengawasan guru. Dan memang tidak ada yang dilanggar,” kata Prastowo sebagaimana dimuat di merdeka.com, Selasa (28/10).

Menurutnya, berdasarkan pandangan para siswa OSIS yang selaku penyelenggara, acara itu tidak melanggar norma khusus. Karena pada malam itu ada yang protes, acara DJ musik langsung dihentikan.

Soal Wilayah Bandara, HMI MPO Tangerang Raya Demo Pemkot

TangerangHMINEWS.Com – Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Tangerang Raya mendatangi kantor pusat pemerintahan Kota Tangerang mendesak DPRD agar menyelesaikan permasalahan batas wilayah bandara yang berpindah ke Pemda Kabupaten Tangerang.

Menurut Ade Aji Maulana, koordinator aksi, mereka menyayangkan sikap Pemkot Tangerang yang terkesan membiarkan berpindahnya aset berharga tersebut dari Kota Tangerang ke Kabupaten Tangerang atas Putusan Menteri Dalam Negeri.

“Imbasnya kota Tangerang harus kehilangan pendapatan pajak kurang lebih 100 milyar per tahunnya,” kata Ade, Kamis (2/10/2014) lalu.

Ade yang juga ketua HMI Komisariat UMT menambahkan bahwa DPRD kota Tangerang seharusnya melakukan hak interpelasinya untuk memanggil Walikota Tangerang, Arief Wismansyah, untuk melakikan gugatan di pengadilan tata usaha negara (PTUN).

Aksi ini juga sempat diwarnai aksi saling dorong antara Satpol PP dengan masa aksi. Salah satu orator aksi Khotibyani dalam orasinya mengancam akan megadakan aksi dengan masa yang lebih banyak lagi karena tak ada satupun baik dari pemerintah kota Tangerang maupun dari perwakilan DPRD yang mau menemui mereka.