Lagi, 16 TKI Asal Situbondo Ditangkap Di Malaysia

HMINEWS.COM, Jakarta – Kabar tertangkapnya 16 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Situbondo di Malaysia membuat prihatin. Anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh pun turut angkat bicara.

“Kita semua turut prihatin atas kejadian ini, saya yakin ini hanya masalah ketidaktahuan teman-teman TKI saja, soal penggunaan dokumen visa”, ungkap Nihayah, Kamis, (6/10/2016).

Nihayah menjelaskan tentang pentingnya diadakan sosialisasi kepada para calon TKI yang akan bekerja di luar negeri. Agar ketika sudah berada disana, tidak terjadi masalah, khususnya terkait dokumen.

“Walaupun secara dokumen mereka tidak lengkap namun mereka tetap warga Indonesia yang harus mendapatkan perlindungan dan bantuan hukum oleh negara. Oleh sebab itu, saya akan bantu semakmimal mungkin untuk mencarikan jalan keluar,” terang Nihayah.

Legislator F-PKB ini mengatakan dirinya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu proses pemulangan para TKI tersebut.

“Saya telah melakukan koordinasi dengan BNP2TKI, Pihak Kedubes RI di Malaysia, dan Disnaker Situbondo, untuk mengupayakan pembebasan dan pemulangan ke 16 TKI tersebut,”pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui sebanyak 16 TKI asal Situbondo ditangkap Imigrasi Malaysia. Mereka diamankan di kamar kosnya, di wilayah Johar Baru Malaysia, karena tidak bisa menunjukkan dokuman sah sebagai TKI legal, akhir September lalu.

Ironinya, sebanyak 16 TKI itu seluruhnya berasal dari satu kampung di Situbondo, yakni Dusun Pesisir Utara, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Mereka rata-rata menjadi TKI di Malaysia dengan menggunakan visa kunjungan, karena dikiranya bekerja menjadi TKI di Malaysia bisa dengan visa kunjungan sudah legal atau resmi.

Malaysia Tahan 3 Wartawan Indonesia Yang Selidiki Kematian TKI

HMINEWS.Com – Tiga wartawan Indonesia ditangkap Polisi Diraja Malaysia saat meliput di sekitar lokasi penembakan tiga TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal NTB. Penangkapan tersebut mengundang reaksi dari dalam negeri.

“Demi menjaga hubungan baik dan kehormatan bersama dalam menjunjung keterbukaan informasi, saya meminta pemerintah Malaysia dapat segera membebaskan tiga wartawan Indonesia sekaligus memperlakukannya secara baik dan bermartabat,” kata Kepala BNP2TKI (Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), Jumhur Hidayat, Rabu (9/5/2012).

Ketiga wartawan tersebut adalah Muhammad Fauzi (Media Indonesia), Zen Teguh Triwibowo (Sindo) dan Ilham Khoiri (Kompas). Mereka ditangkap saat melaksanakan pekerjaan jurnalistik di Port Dickson, Negeri Sembilan, tempat tiga TKI ditembak mati.

Jumhur mengingatkan negeri jiran tersebut bahwa ketiga wartawan hanya melaksanakan tugas jurnalistik dan Malaysia tidak punya alasan menahan mereka yang tengah berupaya mengungkap kematian tiga TKI beberapa lalu. Apalagi keberangkatan ketiga wartawan adalah untuk menyertai tim DPD yang mewakili kepentingan negara maupun rakyat Indonesia. []

Upayakan Pemaafan, Saudi Tangguhkan Eksekusi Tiga TKI

HMINEWS.Com –  Kerajaan Arab Saudi akhirnya mengulur waktu hukuman mati bagi empat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk mendapatkan pemaafan dari keluarga majikan. Hal itu menyusul upaya surat Presiden SBY kepada Raja Arab Saudi meminta perpanjangan waktu.

“Pemerintah menyambut baik respon Raja Arab Saudi terhadap surat dari Presiden RI terkait warga Indonesia yang menghadapi hukuman mati. Mengingat Rjaa Arab Saudi sudah memberikan perpanjangan waktu tiga bulan bagi WNI yang terancam hukuman mati untuk bisa melakukan pembelaan lanjutan,” kata Jubir Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, Jumat (4/5/2012).

Dengan adanya perpanjangan waktu tersebut, pihak RI terus berupaya memintakan maaf pada keluarga majikan ketiga TKI yang membunuh majikan. Menindaklanjuti hal itu, lanjut Tene, Menlu Marty Natalegawa akan ke Arab Saudi membahas permasalahan TKI, 8 Mei nanti.

Selain surat permintaan penangguhan dari Presiden SBY, hal yang turut mempengaruhi kebijakan Arab Saudi adalah moratorium (penundaan) pengiriman TKI ke Arab Saudi, padahal negara tersebut sangat membutuhkan TKI, khususnya untuk pembantu. Perpanjangan waktu dikeluarkan langsung Raja Arab Saudi Kamis (3/5/2012) kemarin. []