Masyarakat Tual-Malra Desak Penuntasan Kasus Penembakan Pelajar

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Tual-Maluku Tenggara beserta organ gerakan dan masyarakat (Kei) Kota Tual-Maluku Tenggara yang tergabung dalam aliansi SAKURA ( Solidaritas Kemanusiaan Untuk Rakyat) turun ke jalan untuk mengawal penuntasan kasus penembakan warga, Senin (7/12/2015).

Rute yang ditempuh dalam aksi ini adalah: kantor Walikota Tual, DPRD Kota Tual, Pasar Tual dan berakhir di Pertigaan Wearhir Kota Tual.

Kasus penembakan warga tersebut berawal dari bentrok antara warga Fair dan warga Pemda, yang bermula dari tawuran antar anak sekolah yang berada di Kabupaten Malra (25/11/2015). Kejadian tersebut menimbulkan beberapa korban dan kebakaran kios yang berada di sekitar tempat kejadian. Oknum kepolisian bertindak di luar batas, yaitu menembak salah seorang pelajar MAN Langgur bernama Firman Mahfuz Rumaf, yang merupakan warga Desa Fair.

Ketua Umum HMI-MPO Cabang Tual-Malra, Rahmat Ohoirenan, dalam orasinya menyayangkan tindakan politi tersebut.

“Kepolisian adalah alat negara yang bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat dan menegakkan hukum sebagaiman telah dijelaskan dalam Amandemen ke II UUD 1945 Pasal 30 ayat 4. Namun sungguh sangat disayangkan pihak kepolisian tidak lagi menjadikan UU Kepolisian sebagai kompas dalam menjalankan tugas, akan tetapi justru kembali menyampingkan UU dan mengandalkan senjata sebagai alat untuk menakuti dan membunuh masyarakat,” kata Rahmat Ohoirenan.

Padahal, lanjut Rahmat, tujuan dipersenjatainya para polisi itu adalah untuk melindungi masyarakat bukan untuk membunuh rakyat. Ia menyebut peristiwa seperti itu, penembakan, sudah berulang kali terjadi, namun tidak ada kekautan hukum yang memberi efek jera kepada para polisi.

Sementara Wakil Walikota Tual, Adam Rahayaan, menyatakan pihaknya sudah memanggil Kapolres Maluku Tenggara untuk dimintai pertanggungjawaban atas tindakan anak buahnya. Demikian juga dengan DPRD Kota Tual akan tetap mengawal kasus ini sampai selesai karena kasus ini sudah melanggar aturan yang berlaku dalam hal ini UUD 1945 apalagi sampai timbul korban jiwa.

“Ini sangat tidak bagus dan perlu untuk dipertegas dan dikawal sampai selesai, kami dari wakil rakyat Kota Tual akan tidak diam melihat derita atau penindasan yang di alami oleh masyarakat kami, maka itu kami akan memanggil Kapolres Maluku Tenggara untuk sidang paripurna terbuka untuk masyarakat Kota Tual-Malra dan mahasiswa agar bersama-sama membahas maslah ini,” ujar Ketua DPRD Kota Tual, Fadila Rahawarin.

Faisal Rumkel

Pengurus HMI MPO Tual Dilantik

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Tual Maluku Tenggara telah melaksanakan kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Cabang Periode 1436-1437 H / 2015 – 2016 M. Diadakan di Gedung LPTQ Kota Tual, Sabtu (18/10/2015) mulai jam 09:00 WIT.

Jajaran Pengurus HMI MPO Cabang Tual yang dilantik tersebut adalah Ketua Umum Rahmat Ohoirenan, Sekretaris Umum Faisal Rumkel, dan jajarannya, yang dilantik oleh Mufala Warwefubun (Staf Komisi Ekonomi PB HMI MPO).

“Kami mengharapkan agar Cabang se-Indonesia, kususnya Cabang Tual-Malra, harus menjalankan semua aktifitas organisasi sesuai aturan (konstitusi) HMI, kemudian pengurus yang akan dilantik lebih memperkuat internal dalan hal ini kajian dan pengkaderan karena itu adalah ruh Organisasi HMI sendiri, pengurus juga harus jeli untuk melihat problem atau dinamika yang ada di kedua daerah ini, sekaligus peran aktif dalam membina dan membela kepentingan masyarakat Kota Tual dan Maluku Tenggara,” ujar Mufala Warwefubun sebelum membacakan ikrar pelantikan.

Sesudah dilantik, Ketua terpilih, Rahmat Ohoirenan, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi sesuai konstitusi.

“HMI memiliki tiga komitmen utama dalam aktivitasnya, yaitu komitmen ideologis, komitmen epistimologi, dan komitmen organisatoris. Komitmen ideologis di aplikasikan melalui karakteristik gerakan HMI yang berbasis pada ajaran Islam. Islam bagi HMI, tidak hanya sebagai sebuah ritus formal belaka, namun lebih dari itu, merupaka landasan perjuangan serta petunjuk dalam berpikir. Komitmen organisatoris diejawantahkan dalam penguatan aspek kepemimpinan dan manajerial, serta keterampilan dalam mengola persoalan, maka itu saya mengharap HMI-MPO Cabang Tual-Malra agar bisa berjalan dengan baik dan berpatokan kepada tiga poin di atas,” kata Rahmat.

Kegiatan tersebut dihadiri Drs. Muuti Matdoan M.S.i, (Kadis Koperasi dan UKM Kota Tual) yang sekaligus menyampaikan sambutan dalam acara dimaksud. Ia mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa  bangganya dengan HMI MPO Tual dan berharap dapat terus mengawal pembangunan daerah.

“Kami sangat mengharapkan agar bisa bekerja sama dengan HMI-MPO dalam semua rangkaian kegiatan organisasi, Pemerinta Kota Tual juga memberikan peluang kepada kader-kader yang berkulitas/bisa diandalkan untuk Tual kedepan nanti, apa lagi kader dari putra daerah kita sendiri, karena saya merasa HMI-MPO mempunyai kemampuan untuk bisa membina kader-kader yang berkualitas,” ujar Drs. Muuti Matdoan, M.Si. Tamu lain ada dari unsur TNI-POLRI, ORMAS, OKP, OKPI, media massa, dan lainnya.

Ketua paniti pelantiikan, Soleman Tatroman, mengucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh kader dan bantuan semua pihak atas terselenggaranya acara ini.

Faisal Rumkel

Sambut Ramadhan, Sejumlah OKP di Malra Gelar Pawai

HMINEWS.Com – Menyambut bulan suci Ramadhan, sejumlah Organisasi Kepemudaan dipelopori oleh; HMI MPO, KNPI, PMII, GP Ansor, Remaja Masjid, dan Siswa/i Se-Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara mengelar Pawai Taa’ruf beberapa keliling kota.

Para pegiat pawai mengungkapkan kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi kebersamaan, mempertebal ukhuwah sesama muslim serta kerukunan antar umat beragama.

“Kami berharap masyarakat berpartisipasi sertai memaknai Pawai Ta’aruf sebagai spirit memperbaiki kepribadian diri untuk memasuki bulan suci. Nantinya, malam takbiran di akhir dari bulan Ramadhan juga kami berusaha mengadakannya dengan aman, tentram dan penuh kebersamaan agar hakekat Idul Fitri begitu dijiwai secarah kafah,” kata Ketua Umum HMI MPO Tual, Ismail Rengur.

Warga pun antusias berpartisipasi dalam kegiatan yang dimulai pukul 16.00-18.00 WIT, mulai Start dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Maluku Tenggara dan finish di Balai Kota Tual. Pawai diiringi oleh drum band siswa-siswi dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 429 Tual.

Masyarakat Tual Cabut ‘Sasi’, Ikuti Proses Hukum Secara Bijaksana

ssHMINEWS.Com -Masyarakat Kota Tual memasang Sasi atau Hawear, dalam bahasa lokal yang artinya larangan adat untuk melaksanakan aktivitas perkantoran. Sasi dilakukan dengan cara memasang janur kuning yang diikat pada kayu dan diletakkan tepat di depan gerbang masuk setiap kantor.

Dipasang sejak 28 November 2014, yaitu saat ditetapkannya Walikota Tual sebagai terdakwa atas dugaan korupsi dana asuransi DPRD Maluku Tenggara periode 1999-2004. Berkas perkara dilimpahkan Kejati Maluku ke Pengadilan Tipikor Ambon.

Sasi juga sebagai protes atas penunjukan care taker Walikota Tual yang diusulkan Gubernur Maluku Said Assagaff kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Selama pencanangan sasi, aktifitas perkantoran di Kota Tual sangat terganggu. Dinas dan Badan Pemerintah akhirnya menyewa rumah penduduk sebagai tempat berkantor.

Kini sasi telah dibuka. Betempat di depan Kantor Walikota Tual di Jalan Gajah Mada, upacara adat digelar untuk membuka sasi, Sabtu (24/1/2015) pukul 10.00 WIT.

Upacara adat membuka sasi selain dihadiri beberapa Raja di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara juga dihadiri oleh Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff.

Pencabutan Sasi ini juga menandai berakhirnya aksi yang dilakukan masyarakat dan masyarakat akan mengikuti proses hukum secara bijaksana.