Sejumlah Pakar dan Peneliti Hadiri LK2 HMI Yogya

Suasana LK2 HMI MPO Yogyakarta
Suasana LK2 HMI MPO Yogyakarta

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Yogyakarta menggelar Latihan Kader 2 (LK2) atau intermediate training. Acara ini diselenggarakan di Pesantren Darul Ulum Potorono, Bantul, mulai Selasa (13/10/2015).

Pelaksana atau panitia LK2 ini adalah HMI Komisariat FE UII, dengan ketua panitianya Abdullah Rosyid Wicaksono. Sedangkan peserta berjumlah 46 kader.

Menurut pemandunya, sejumlah pemateri yang telah mengisi LK2 ini di antaranya ada Suwarsono Muhammad (mantan Penasehat KPK) yang menyampaikan materi Integrasi Ekonomi; ada Al Makin, M.Phil (dosen UIN Yogya) yang menyampaikan materi Struktur Masyarakat Modern; serta Ki Herman Sinung Janutama (Peneliti Balai Kajian Sejarah Kebudayaan Islam di Nusantara), yang memaparkan “Ekonomi Kelautan Sebagai Identitas Kebangsaan.”

Untuk Herman Sinung, berbicara soal Jalur Sutra Laut, yang merupakan jalur pelayaran dan perniagaan dunia yang di dalamnya bangsa Nusantara dahulu mengambil peran.

“Menurut sejarawan China, Chu Ku Fei pada 1178 M yang mencatat tiga negeri terkaya di dunia yaitu Ta Ce (Aceh) dan Sanfotsi di Swarnabhumi (Sumatra) dan Chopo (Jawa),” paparnya.

Selain itu ada fakta kekinian yang menunjukkan mengapa perekonomian kelautan kita tidak berkembang, karena kapal-kapal banyak yang tidak terkena pajak di Indonesia. Dan itu menurutnya terjadi karena beberapa negara yang telah mengatur bagaimana pajak-pajak itu tidak dipungut di kelautan di Indonesia.

“Kita sering menggunakan teori-teori barat untuk mengenali budaya kita, sedangkan kita sebenarnya memiliki peninggalan-peninggalan penting di Indonesia, melalui artefak2 candi, dan lain-lain” ungkapnya.

Nah dari sini ia juga meneliti bahwa Nusantara ini adalah budaya yang unggul dengan meneliti dari beberapa artefak langsung.

Sabil, HMI MPO Farmasi UII

64 Mahasiswa Baru Ikuti Batra HMI FIAI UII

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Fakultas Ilmu Agama Islam UII menggelar Latihan Kader 1 (LK1) atau basic training (batra) HMI. Acara dibuka pada Kamis (15/10/2015) malam dan dihadiri lebih dari seratus kader dan peserta latihan.

LK1 ini diadakan di Yayasan Al-Islam Babarsari. Peserta berjumlah 64 orang, dengan rincian 56 dari FIAI UII dan selebihnya merupakan utusan dari komisariat lain di HMI Cabang Yogyakarta.

Ketua Panitia LK1, Remo, dalam sambutannya hanya mengucapkan selamat datang  kepada para pesreta. Ia mengajak mereka semua untuk berjuang bersama-sama di UII melalui wadah Himpunan ini. Demikian juga Ketua Komisariat FIAI UII, Luthfi, menyampaikan hal senada, mengajak para calon kader tersebut untuk berproses bersama di HMI.

Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Korkom UII, Wahyudin Afrizal, yang hadir pada pembukaan, “LK 1 merupakan gerbang awal untuk masuk ke HMI, mari memanfaatkan momentuk LK. Karena HMI dan UII ibarat mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan,” mengingat di kampus inilah HMI lahir dan hingga kini terus menyumbangkan kadernya.

Mewakili Pengurus HMI MPO Cabang Yogyakarta, Manan, membuka LK1 yang bertema “Membangun Paradigma serta Intelektualitas Kader yang Islami dan Progresif menuju Masyarakat yang Madani” dan diagendakan berlangsung hingga Ahad depan.

Harun Aroni
Kontributor HMINEWS Yogyakarta

Pleno III PB HMI MPO Digelar di Yogya

HMINEWS.Com – Pleno III Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tersebut diadakan di Kabupaten Sleman, Yogya, dari tanggal 28 hingga 31 Mei 2015.

Sebelum Pleno dibuka secara resmi terlebih dahulu diadakan diskusi pra-pleno, yang digelar di Aula Kagama (UGM), Kamis (28/5) sore. Menampilkan pembicara mantan Ketua PB HMI MPO, Masyhudi Muqorrobin, Ashad Kusuma Jaya, serta moderator Zuhad Aji Firmantoro (Komisi Hukum dan HAM PB HMI MPO).

Malam harinya di tempat yang sama, Pleno III dibuka oleh Ketua Umum PB HMI MPO, Puji Hartoyo. Ditambah dengan orasi dari Mantan Ketua Umum PB HMI, Khumaidi Syarif Romas, serta Ketua KAHMI Yogya, Zulkifli Halim.

Dalam pembukaan tersebut, hadir para utusan cabang HMI MPO, sejumlah alumni dan tamu undangan lainnya. Acara dimeriahkan pula dengan pementasan tari daerah.

Jum’at pagi, peserta Pleno III menghadiri undangan Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, di pendopo rumah dinasnya. Adapun pelaksanaan inti Pleno III selanjutnya dilangsungkan di Student Convention Center UII di Kaliurang, Sleman.

HMI MPO Yogya Aktifkan Kembali Korkom UNY

HMINEWS.Com – Bertepatan dengan 1 Sya’ban 1436 H atau Rabu 20 Mei 2015 kemarin, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Yogyakarta menghidupkan kembali HMI Koordinator Komisariat Universitas Negeri Yogyakarta (Korkom UNY). Pelantikan jajaran pengurus Korkom dipimpin langsung Makruf Riyanto selaku Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta di Masjid Mujahidin Kampus UNY.

Dalam sambutannya, Faizal selaku Ketua Umum HMI MPO Korkom UNY, menyatakan bahwa ia sangat berterima kasih atas dukungan banyak pihak selama beberapa bulan hingga HMI Korkom UNY hari ini secara resmi dihidupkan kembali. Ia juga berharap beberapa waktu kedepan Korkom maupun Komisariat yang berada di lingkup kampus UNY tetap dapat dibimbing dalam bergerak hingga kembali dalam kondisi sehat.

Sementara itu Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Makruf Riyanto, berpesan dalam sambutannya agar para pengurus dan kader HMI UNY jangan pernah takut dalam bergerak karena kesalahan adalah bagian dari proses perjuangan kearah yang lebih baik.

Ia juga berpesan agar Komisariat di lingkup HMI Korkom UNY juga segera dibentuk karena dalam waktu dekat terdapat komisariat yang sudah siap untuk dilantik.

Sebelumnya kurang lebih 4-5 tahun, HMI di lingkup kampus UNY atau yang dulu dikenal dengan nama kampus IKIP Yogyakarta meredup perkaderannya bahkan hingga mengakibatkan HMI Koorkom UNY harus dinyatakan vakum pada karena tidak adanya regenerasi dan hanya menyisakan satu komisariat yaitu HMI FT UNY yang juga dalam kondisi tidak sehat. Padahal HMI UNY pada masa kejayaannya dikenal sebagai korkom yang cukup kuat menopang pergerakan HMI di Cabang Yogyakarta terutama melalui basic keilmuan pendidikan kader-kadernya.

Pasca pelantikan yang juga dihadiri oleh beberapa perwakilan Lembaga, Korkom maupun Komisariat di lingkup HMI Cabang Yogyakarta seperti Lembaga KOHATI Cabang Yogyakarta, HMI Korkom UIN Sunan Kalijaga, HMI Komisariat FIAI UII, HMI Komisariat FE UII serta beberapa pengurus  komisariat lainnya termasuk tamu undangan HMI Cabang Sleman serta Alumni HMI UNY sendiri. Acara dilanjutkan dengan sesi makan-makan bersama serta bincang-bincang santai.

Ervin Sapto Nugroho

Pelantikan HMI Yogya: HMI harus Lahirkan Pemimpin Berintegritas

HMINEWS.Com – Jajaran Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Yogyakarta hasil Konferensi ke-64 dilantik. Pengurus dengan Ketua Umum Makruf Riyanto tersebut dilantik di Aula Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Ahad (29/3/2015).

Ketua Umum PB HMI  MPO, Puji  Hartoyo bertolak dari Jakarta untuk mengambil ikrar para pengurus cabang tersebut. Kemudian usai pelantikan dilanjut dengan seminar bertema “Reorientasi Kepemimpinan menuju Indonesia Berintegritas,” dengan pembicara Puji Hartoyo serta Profesor Jawahir.

Menurut Profesor Jawahir Thontowi, perkaderan HMI saat ini mengalami diskontinuitas, dengan indikator banyaknya alumni yang berkonflik, tersangkut kasus korupsi, dan sebagainya. Untuk itu perkaderan harus diperkuat, HMI harus menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas.

“Ideologisasi harus diperkuat, kualitas dan kemampuan harus ditingkatkan. Lebih-lebih tahun ini kita akan menghadapi MEA,” lanjutnya.

Sementara Puji Hartoyo, mengulas sejarah perjuangan pemuda dan mahasiswa yang punya peran besar terhadap bangsa dan negara. Kebangkitan nasional, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, era 1965, hingga Reformasi 1998.

“Tapi pascareformasi gerakan mahasiswa mengalami kemunduran. Sekarang jadi PR kita bersama untuk mengembalikan semangat gerakan mahasiswa, salah satunya dengan rekayasa organisasi,” kata Puji.

Rekayasa organisasi yang dimaksud adalah memperkuat internal organisasi, kultur dan perkaderannya, serta terus meningkatkan perannya dalam kehidupan yang lebih luas.

Mahasiswa Yogya Serukan Indonesia Gawat Darurat

Mahasiswa UGM turun ke jalan untuk menyentil alumninya (foto: @BEMKMUGM)
Mahasiswa UGM turun ke jalan untuk menyentil alumninya (foto: @BEMKMUGM)

HMINEWS.Com – Setelah mahasiswa dari berbagai kota lain melancarkan protes terhadap Presiden Jokowi, kini giliran mahasiswa Yogyakarta turun ke jalan. Mereka menyerukan bahwa penyelenggaraan negara ini tidak beres, Senin (23/3/2015) siang.

Mahasiswa berangkat dari kampus masing-masing dan berarak-arakan menuju Nol Kilometer Yogyakarta, dan di tempat itulah mereka bergantian menyampaikan seruan, keprihatinan, dan harapannya sercara bergantian. Mereka berasal dari berbagai kampus seperti UNY, UMY, AMIKOM, bahkan mahasiswa dari UGM bergabung untuk menyentil alumninya yang kini jadi presiden itu.

BEM Rema UNY menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap kondisi bangsa yang kian tak karuan. Terutama terkait kriminalisasi terhadap para pimpinan KPK, persoalan harga bahan pokok yang kian mencekik rakyat, serta merosotnya nilai tukar Rupiah, yang berimbas pada sektor usaha dan dipastikan makin membengkakkan hutang luar negeri yang harus dibayar bangsa ini.

Ketua BEM UGM, Satri Triputra, memimpin ‘Sumpah Mahasiswa’ yang menggema bersama semua mahasiswa lintas kampus yang hadir di tempat tersebut.  Ia berharap aksi momentum bangkitnya gerakan mahasiswa yang sebenarnya, bukan sebagai ajang pamer gaya. Oleh karena itu ia menyerukan agar tidak ada satupun yang hadir berfoto selfie yang kemudian diunggah ke sosial media.

“Kita tidak menunjukkan eksistensi diri, tapi kita di sini karena kesadaran kita yang peduli terhadap bangsa ini. Semoga momen ini bisa benar-benar menjadi momentum memaknai aksi mahasiswa yang sebenar-benar aksi mahasiswa beserta nilai-nilainya,” ucap Satria Triputra.

Aksi ini selesai sore hari. Malam harinya, mereka melanjutkan konsolidasi lintas gerakan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk merumuskan aksi lanjutan serta mencari pemecahan terhadap berbagai masalah, mulai dari masalah PKL hingga tatanan kebangsaan ini.

HMI Yogya Selenggarakan Forum Pemimpin dan Manajemen Organisasi

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Yogyakarta menyelenggarakan Forum Pimpinan dan Training Manajemen Organisasi (FORMITRA). Unsur Pimpinan dari 22 Komisariat dan 2 Komisariat Persiapan di lingkup HMI MPO Cabang Yogyakarta coba diundang serta dikumpulkan di forum tersebut dengan tujuan memunculkan gagasan bersama terkait rekomendasi bagi program kerja yang di utamakan bagi pemerintahan Jokowi-JK ke depan.

Mengambil Tema “ Membangun Kesadaran Manajemen Organisasi sebagai Ikhtiar Konsolidasi HMI Memperbaiki Diri dan Membangun Bangsa” dengan terlebih dahulu diawali oleh Training Manajemen Organisasi bagi para unsur pimpinan komisariat.

Kegiatan di hari pertama, Sabtu (1/11/2014) acara diadakan di Sekretariat HMI MPO Korkom UII, Yogyakarta. Tujuan yang disasar bagi peserta adalah untuk meningkatkan dan memotivasi bentuk menajemen organisasi di lingkup komisariat masing-masing di lingkungan HMI Cabang Yogyakarta. Dalam penjelasannya ketua panitia FORMITRA, Riko, mengatakan bahwa para pemimpin Komisariat begitu berpengaruh bagi hidupnya kegiatan dan perjuangan di lingkup komisariat masing-masing.

“Karenanyalah coba difasilitasi melalui agenda ini, dan bertepatan dengan berkumpulnya seluruh unsur pimpinan komisariat coba juga dilaksanakan forum gagasan untuk mengawal dan membantu merekomendasikan prioritas dalam program kerja pemerintahan yang baru terbentuk agar lebih maksimal dan bermanfaat,” kata Riko.

Di hari kedua, acara berlangsung di Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) DPW DIY. Kegiatan ini memang terlihat cukup disambut antusias oleh para pimpinan komisariat, terlihat dari penuturan salah satu pimpinan komisariat yaitu Ketua Komisariat FH UII, Alfad.

“Adanya materi yang membahas kultur di HMI di hari pertama menjadikan kita bersama merefleksikan kembali kultur perkaderan yang ada di HMI sejak dahulu, sehingga kita tidak sembarangan dalam melakukan pola perkaderan ataupun menghilangkan beberapa ciri khas kultur perkaderan di HMI yang sebenarnya baik,” ujar Alfad.

Gagasan bermunculan merespon permasalahan yang terjadi di negeri ini. Melalui pembagian beberapa komisi yang terdiri dari berbagai bidang pembahasan mulai dari Negara, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Demokrasi, Budaya, Sosial, Teknologi,  Hukum dan lainnya.  Dalam penuturannya Ketua Bidang PPO HMI MPO Cabang Yogyakarta, Noviyanti, mengatakan bahwa

“Dengan modal kurang lebih 22 komisariat di lingkup HMI Cabang Jogja saya rasa ini menjadi asset besar bagi kita bersama untuk mengkaji bersama permasalahan bangsa dari berbagai disiplin ilmu dan coba memunculkan rekomendasi bagi pemerintah,” ucap Ketua Bidang PPO HMI MPO Yogyakarta.

Forum ini memang direncanakan akan coba dihasilkan butir-butir poin rekomendasi bagi pemerintah yang akan langsung ditandatangani oleh semua unsur pimpinan komisariat di HMI MPO Cabang Yogyakarta.

Ervin Sapto Nugroho